Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juli 2026 | Hotman Paris, seorang pengacara kondang, telah membela kliennya, Febrie Adriansyah, yang terjerat dalam kasus korupsi. Dalam membela kliennya, Hotman Paris mengungkit nama Presiden Prabowo Subianto dan menyebutkan bahwa Febrie Adriansyah merupakan orang kebanggaan Presiden.
Menurut Hotman Paris, Febrie Adriansyah telah memiliki rekam jejak gemilang dalam kinerjanya di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berhasil memulihkan aset senilai Rp300 triliun. Selain itu, dalam kurun waktu satu tahun, Febrie Adriansyah juga diklaim sukses mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 130 triliun.
Hotman Paris juga membantah tuduhan bahwa asisten pribadinya, Benny Jannah, merupakan simpanan Febrie Adriansyah. Menurut Hotman Paris, Benny Jannah baru mengenal Febrie Adriansyah saat proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada Juli 2026.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah mengintervensi proses penegakan hukum. Sahroni juga meminta Hotman Paris untuk menjaga profesionalismenya dan tidak mencederai pemerintah.
Partai Gerindra juga membantah keras pernyataan Hotman Paris yang mengaitkan nama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kasus hukum Febrie Adriansyah. Ketua DPP Partai Gerindra, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo menjunjung tinggi independensi hukum dan tidak pernah sekali pun melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.
Dalam kasus ini, Hotman Paris harus fokus pada proses pembelaan hukum kliennya di ranah peradilan tanpa menyeret nama Kepala Negara ke dalam polemik tersebut. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam penanganan kasus hukum.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa penanganan kasus hukum harus dilakukan dengan profesional dan transparan. Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menjunjung tinggi independensi hukum. Dalam kasus Febrie Adriansyah, Hotman Paris harus fokus pada proses pembelaan hukum kliennya tanpa menyeret nama Kepala Negara ke dalam polemik tersebut.
