Google Izinkan Toko Aplikasi Selain Play Store di Android

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Juli 2026 | Google akan mulai mengizinkan kehadiran toko aplikasi pihak ketiga di ekosistem Android. Kebijakan baru ini memungkinkan pengguna mengunduh marketplace aplikasi selain Google Play Store secara langsung melalui Play Store.

Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan dalam perkara antimonopoli antara Google dan Epic Games yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Setelah kedua perusahaan sepakat menghentikan sengketa lanjutan mereka, Google kini menjalankan kewajiban yang diperintahkan pengadilan.

Baca juga:

Google dijadwalkan mulai membuka akses tersebut pada 22 Juli 2026 melalui program baru bernama Play Catalog Access Program. Pada tahap awal, kebijakan ini hanya berlaku di Amerika Serikat (AS).

Dengan skema baru ini, pengembang toko aplikasi alternatif dapat mendistribusikan marketplace mereka langsung melalui Google Play. Selama ini, pengguna Android yang ingin memasang toko aplikasi selain Play Store umumnya harus mengunduh file instalasi (APK) secara manual atau melalui mekanisme sideloading.

Selain mengizinkan distribusi toko aplikasi pesaing, Google juga akan memberikan akses ke katalog aplikasi Play Store, agar marketplace pihak ketiga dapat menampilkan aplikasi yang tersedia di ekosistem Android. Namun, pengembang aplikasi tetap memiliki opsi untuk tidak mengikutsertakan aplikasinya dalam katalog tersebut (opt-out).

Di lain pihak, FairPrice supermarkets di Singapura akan memutar lagu-lagu buatan musisi lokal di 159 toko mereka. Ini merupakan bagian dari kerja sama antara National Arts Council dan FairPrice Group. Lagu-lagu tersebut akan diputar selama enam jam sehari pada jam sibuk, sehingga pengunjung toko dapat menikmati musik lokal sambil berbelanja.

Ini menunjukkan bahwa perusahaan besar seperti Google dan FairPrice Group mulai membuka diri untuk memberikan kesempatan kepada pengembang dan musisi lokal untuk menampilkan karya mereka.

Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa ekosistem digital mulai menjadi lebih terbuka dan memberikan kesempatan bagi pengembang dan musisi lokal untuk menampilkan karya mereka. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan keragaman konten yang tersedia di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *