Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juli 2026 | Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengeluarkan pedoman tegas bagi wasit VAR, yang mewajibkan mereka untuk tidak memasukkan kasus akting dan simulasi (“diving”) ke dalam kategori “kesalahan identifikasi pemain”. Keputusan ini diambil setelah beberapa kasus kontroversial di Piala Dunia 2026, di mana kartu kuning dan merah diberikan kepada pemain karena akting.
Kontroversi ini memunculkan perdebatan tentang peran VAR dalam sepak bola. Beberapa pejabat liga domestik mengaku bahwa penggunaan klausul “kesalahan identifikasi” untuk menghukum akting tidak pernah dibahas sebelumnya, dan hal ini menjadi kejutan total bagi mereka.
UEFA berpendapat bahwa “kesalahan identifikasi” adalah keputusan digital dan tegas yang tidak memerlukan wasit untuk memeriksa layar, sementara perubahan dari penghitungan pelanggaran menjadi hukuman terhadap pemain karena akting merupakan keputusan “diskresioner dan tidak jelas” yang dalam kasus Almirón dan Embolo memerlukan pemeriksaan layar.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, mengungkapkan pernyataan menarik saat baru tiba di Sulawesi Utara. Ia kagum dengan kuatnya toleransi di Sulawesi Utara dan terkesima dengan euforia pesta bola Piala Dunia 2026 di Bumi Nyiur Melambai.
Populasi Uni Eropa diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2029 sebelum mulai mengalami penurunan secara bertahap. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan terbaru yang dirilis Joint Research Centre (JRC), lembaga riset resmi Komisi Eropa.
Dalam konteks sepak bola, klub Belanda, Fortuna Sittard, telah merekrut penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, dengan status pemain pinjaman selama satu musim penuh. Kehadiran dua pilar andalan Garuda di dalam satu klub Eropa ini sontak memicu ketertarikan publik pencinta sepak bola Tanah Air.
Kisaran gaji Ole Romeny ditaksir menembus angka Rp13 miliar per musim, sebuah nominal yang tergolong mewah untuk ukuran pesepak bola Indonesia di Eropa. Direktur Teknik Fortuna Sittard, Joris Mathijsen, mengaku sangat puas bisa merampungkan transfer ini walau sempat terkendala izin kerja.
Kesimpulan, Uni Sepak Bola Eropa menghadapi tantangan baru dalam menangani kontroversi dan perdebatan tentang peran VAR dalam sepak bola. Sementara itu, klub-klub Eropa terus merekrut pemain-pemain berbakat dari Asia, termasuk Indonesia, untuk memperkuat tim mereka.
