Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya El Nino, yang menyebabkan curah hujan rendah di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG memprediksi bahwa sekitar 92,64% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah pada 14-16 Juli 2026. Wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan meteorologis antara lain NTT, Bali, dan Jawa Timur.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan tentang potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia. Hujan lebat ini dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Di Kalimantan Tengah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Pihak berwenang telah melakukan upaya pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tentang kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 10 kecamatan di enam kabupaten di NTB telah ditetapkan sebagai wilayah yang masuk dalam kategori waspada kekeringan meteorologis.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat penggunaan air bersih. Pihak berwenang juga melakukan upaya mitigasi dan penanganan kekeringan meteorologis di wilayah yang terdampak.
Kondisi cuaca yang tidak stabil ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Penting untuk memantau informasi cuaca dan ikuti instruksi dari pihak berwenang untuk menghindari risiko bencana hidrometeorologi.
