Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 April 2026 | Penyerang muda Liverpool, Hugo Ekitike, mengalami cedera tendon Achilles yang serius pada laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Anfield. Cedera yang terjadi pada menit ke-32 memaksa pemain berusia 23 tahun itu ditarik keluar lapangan dan kemudian dikeluarkan dengan bantuan staf medis. Saat itu, Liverpool berakhir dengan kekalahan 0-2 (agregat 0-4) dan tereliminasi dari kompetisi bergengsi tersebut.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun resmi Tim Nasional Prancis di X, pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa Ekitike tidak akan mampu berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. “Hugo mengalami cedida serius saat melawan PSG,” kata Deschamps, menambahkan bahwa tingkat keparahan cedera tersebut akan menghalangi pemainnya menyelesaikan musim bersama Liverpool dan berkompetisi di turnamen dunia.
Penampilan Ekitike selama musim ini cukup mengesankan. Sejak bergabung dengan Liverpool pada Juli 2025 dari Eintracht Frankfurt, ia mencatat 17 gol dan enam assist di semua kompetisi, termasuk 11 gol di Liga Premier. Di level internasional, Ekitike sudah menorehkan dua gol dalam delapan penampilan bersama Timnas Prancis, dengan debutnya pada September 2025 melawan Ukraina. Gol pertamanya untuk Les Bleus datang pada November 2025 dalam kemenangan 4-0 melawan Brasil, sebuah pertandingan persahabatan yang sekaligus mengamankan langkah Prancis menuju putaran final Piala Dunia.
Meski lini depan Prancis kini tampak “super mewah” berkat kehadiran bintang-bintang seperti Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, Olivier Giroud, dan Karim Benzema, kepergian Ekitike tetap dianggap sebagai kehilangan signifikan. Ia dikenal sebagai pemain yang cepat, lincah, dan memiliki insting gol yang tajam, sekaligus mampu beradaptasi dengan cepat dalam sistem permainan tim nasional. “Dia beradaptasi dengan sangat baik di dalam tim, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Deschamps dalam wawancara pasca cedera, menambahkan bahwa absennya Ekitike menjadi pukulan besar bagi skuad Prancis.
Arne Slot, manajer Liverpool, juga mengungkapkan keprihatinannya. “Tidak terlalu bagus. Kita semua bisa melihat bahwa itu tidak terlihat baik,” kata Slot, menambahkan bahwa kondisi pemain tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat. Slot menegaskan bahwa tim akan terus memantau perkembangan Ekitike, namun prioritas utama saat ini adalah penyembuhan total agar sang pemain dapat kembali ke performa puncak di musim berikutnya.
Kekalahan Liverpool melawan PSG tidak hanya mengakhiri harapan mereka di Liga Champions, tetapi juga memperparah situasi cedera di skuad. Selain Ekitike, beberapa pemain lain mengalami cedera ringan, membuat manajemen klub harus menyesuaikan strategi mereka di Liga Premier. Fokus kini beralih pada pertempuran untuk posisi lima besar demi memastikan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Timnas Prancis, di sisi lain, sudah menyiapkan alternatif. Didier Deschamps mengidentifikasi beberapa nama muda yang dapat mengisi kekosongan, termasuk Randal Kolo Muani, Karim Adeyemi, dan Matheus Cunha, yang masing-masing telah menunjukkan performa konsisten di liga domestik mereka. Namun, kehadiran seorang pemain muda yang sudah terbukti berkontribusi di level klub elit seperti Ekitike tetap sulit digantikan.
Secara statistik, Prancis masih berada di urutan atas peringkat FIFA menjelang turnamen dunia. Dengan total nilai pasar pemain yang berada di atas 1 miliar euro, skuad Les Bleus diharapkan tetap menjadi salah satu favorit utama. Meski demikian, analis sepak bola memperingatkan bahwa kehilangan Ekitike dapat memaksa pelatih mengubah taktik serangan, mengandalkan lebih banyak permainan sayap dan kombinasi antar striker senior.
Kesimpulannya, cedera Achilles Hugo Ekitike menjadi gelitik kecil namun signifikan bagi lini serang Prancis yang secara umum dianggap super mewah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada level klub Liverpool, tetapi juga pada persiapan timnas menjelang Piala Dunia 2026. Dengan dukungan penuh dari pelatih, rekan setim, dan tenaga medis, harapan besar tetap ada bahwa Ekitike akan kembali kuat setelah proses rehabilitasi, siap memberikan kontribusi di kompetisi internasional berikutnya.
