Dieng Diselimuti Embun Beku, BMKG: Bukan Salju, tapi Fenomena Alam yang Langka

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juli 2026 | Dieng, Jawa Tengah, kembali menyajikan fenomena alam yang langka dan menarik, yaitu embun beku atau yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai embun upas. Fenomena ini terjadi ketika suhu udara di kawasan tersebut turun drastis, sehingga menyebabkan titik air di permukaan tanah, rumput, dan dedaunan membeku.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah salju, melainkan embun beku yang terbentuk akibat suhu udara yang sangat rendah. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sambodo, menegaskan bahwa embun beku ini terjadi karena suhu udara di kawasan Dieng turun hingga di bawah nol derajat Celsius.

Baca juga:

Menurut Yoga, tekanan udara di Benua Australia pada periode Juni hingga September lebih tinggi dibanding Asia, sehingga angin monsun Australia bertiup melintasi Indonesia, menandai dimulainya periode musim kemarau. Pada musim kemarau, tutupan awan sangat minim, sehingga radiasi matahari di siang hari terasa maksimum dan suhu udara meningkat drastis.

BMKG juga memprediksi bahwa fenomena embun upas ini akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Oleh karena itu, wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Dieng diimbau untuk mewaspadai penurunan suhu ekstrem dan mempersiapkan pakaian yang sesuai dengan kondisi setempat, seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki.

Suhu di Dieng pada pagi hari Kamis (9/7/2026) mencapai -6 derajat Celsius, sehingga menyebabkan tanaman sayuran dan dedaunan membeku. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran karena jika bertahan tiga hari ke depan, diperkirakan banyak tanaman akan mati.

Wisatawan yang berkunjung ke Dieng disarankan untuk menyiapkan diri dengan pakaian yang sesuai dan memantau kondisi cuaca sebelum melakukan kegiatan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati keindahan alam Dieng dengan aman dan nyaman.

Kesimpulan, fenomena embun beku di Dieng merupakan fenomena alam yang langka dan menarik, namun juga perlu diwaspadai karena dapat membahayakan tanaman dan keselamatan wisatawan. Oleh karena itu, BMKG terus memantau kondisi cuaca dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *