Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki babak delapan besar, dan euforia sepak bola mulai dirasakan di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Di Makassar, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia di halaman kantor Kecamatan Ujung Tanah. Acara ini tidak hanya akan menyajikan pertandingan sepak bola, tetapi juga akan menampilkan kuliner khas Makassar, seperti bassang dan buroncong.
Menurut Andi Unru, acara nobar ini diharapkan dapat menghidupkan pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar. Dengan demikian, diharapkan perekonomian masyarakat dapat terdongkrak. Pelaksanaan nobar ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kepada seluruh camat untuk menyiapkan lokasi nobar di wilayah masing-masing.
Sementara itu, di Lampung, sebuah festival kuliner bertema internasional digelar untuk menyambut Piala Dunia 2026. Festival Jelajah Rasa Spesial Pildun ini menyajikan beragam hidangan khas dari negara-negara peserta Piala Dunia. Salah seorang pengunjung, Yudi, mengaku terkesan dengan konsep festival tersebut dan menyatakan bahwa suasana festival sangat meriah.
Dalam hal pertandingan, Prancis dan Maroko akan bertemu di babak delapan besar Piala Dunia 2026. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, karena kedua tim memiliki kualitas pemain yang sama-sama baik. Menurut Kompol Lely Suheri, Ketua Umum Askot PSSI Pontianak, Prancis memiliki peluang yang lebih besar untuk memenangkan pertandingan ini.
Di laga sebelumnya, Mesir telah dikalahkan oleh Argentina dengan skor 3-2. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa Mesir telah “dirampok” dalam pertandingan tersebut. Ia menyebutkan bahwa keputusan wasit yang tidak adil telah mempengaruhi hasil pertandingan.
Dalam kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah memasuki babak delapan besar, dan euforia sepak bola mulai dirasakan di berbagai penjuru dunia. Dengan digelarnya acara nobar dan festival kuliner, diharapkan perekonomian masyarakat dapat terdongkrak. Sementara itu, pertandingan antara Prancis dan Maroko diprediksi akan berlangsung sengit, karena kedua tim memiliki kualitas pemain yang sama-sama baik.
