Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Juli 2026 | Tim nasional sepak bola Amerika Serikat mengalami kekecewaan besar setelah dikalahkan oleh Belgia dengan skor 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia. Kemenangan ini memicu kontroversi dan kekecewaan di kalangan pendukung Amerika Serikat, terutama setelah keputusan FIFA untuk membatalkan sanksi satu pertandingan yang diberikan kepada striker Folarin Balogun.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan telah melakukan intervensi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membatalkan sanksi tersebut. Namun, keputusan ini malah memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan pendukung Belgia, yang merasa bahwa keputusan tersebut tidak adil.
Pemain Belgia, Nicolas Raskin, mengungkapkan bahwa timnya merasa ada ‘rasa ketidakadilan’ setelah keputusan FIFA tersebut. Raskin menyatakan bahwa timnya sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan setelah kejadian tersebut.
Pertandingan ini juga menarik perhatian karena adanya ‘Trump Curse’, yaitu kepercayaan bahwa kehadiran atau intervensi Donald Trump dalam sebuah pertandingan olahraga dapat membawa keberuntungan buruk bagi tim yang didukungnya. Beberapa contoh kekalahan tim yang didukung oleh Trump sebelumnya membuat banyak orang percaya bahwa ‘Trump Curse’ benar-benar ada.
Kemenangan Belgia atas Amerika Serikat ini menandai akhir dari harapan Amerika Serikat untuk maju ke babak selanjutnya di Piala Dunia. Tim Belgia akan melanjutkan perjuangannya di babak perempat final, sementara Amerika Serikat harus pulang dengan kekecewaan.
Dalam kesimpulan, kemenangan Belgia atas Amerika Serikat di Piala Dunia ini merupakan contoh bahwa sepak bola tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang politik, kekuasaan, dan kepercayaan. Kontroversi dan kekecewaan yang timbul dari keputusan FIFA dan intervensi Donald Trump hanya menambah kompleksitas dari pertandingan ini.
