Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juli 2026 | Harga Pertamax masih bertahan di angka Rp16.250 per liter pada Juli 2026, meskipun harga minyak dunia telah melandai. Keputusan ini dinilai masih rasional oleh sejumlah ekonom, karena harga BBM nonsubsidi tidak hanya mengikuti pergerakan harga minyak mentah, tetapi juga mempertimbangkan strategi price smoothing dan biaya penyediaan.
Menurut Yayan Satyakti, ekonom Universitas Padjadjaran, keputusan mempertahankan harga Pertamax sejalan dengan strategi price smoothing yang diterapkan Pertamina. Harga Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 per liter pada Juni 2026, masih berada di bawah harga yang seharusnya berdasarkan formula karena tingginya harga produk BBM dunia.
Yayan menjelaskan, harga BBM nonsubsidi tidak semata-mata mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia, tetapi juga mempertimbangkan formula pemerintah serta strategi bisnis Pertamina. Berdasarkan model perhitungannya, harga Pertamax diperkirakan memang belum akan berubah dalam waktu dekat.
Sementara itu, pakar kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menegaskan bahwa harga BBM dipengaruhi banyak faktor seperti kurs, biaya distribusi, dan pajak. Ia menekankan bahwa transparansi diperlukan agar publik memahami alasan di balik keputusan harga Pertamax.
Di sisi lain, kenaikan harga bensin telah menjadi pemicu utama inflasi di Kota Probolinggo pada Juni 2026. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Probolinggo pada Juni 2026 tetap terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1%.
Windarti, seorang warga Boyolali, mengaku tetap setia membeli Pertamax meskipun harganya naik. Ia merasa lebih nyaman menggunakan motor yang diisi Pertamax dan menyadari bahwa mobilitasnya sehari-hari tidak terlampau tinggi sehingga penggunaan Pertamax tidak boros.
Dalam beberapa hari terakhir, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex telah mengalami penyesuaian harga. Namun, harga Pertamax masih bertahan di angka Rp16.250 per liter.
Kesimpulan, harga Pertamax belum turun karena pertimbangan formula dan stabilitas harga. Pertamina mempertahankan harga Pertamax untuk menjaga stabilitas harga dan mempertimbangkan biaya penyediaan. Sementara itu, masyarakat tetap setia membeli Pertamax karena merasa lebih nyaman menggunakan motor yang diisi Pertamax.
