Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki babak gugur, dan timnas Kolombia berhasil lolos sebagai juara Grup K. Mereka bermain imbang 0-0 dengan Portugal dalam laga terakhir grup, yang membuat perjalanan mereka menuju trofi menjadi jauh lebih berat.
Selecao das Quinas hanya mampu finis sebagai runner-up grup dengan lima poin. Akibatnya, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya kini berada di jalur yang dipenuhi tim-tim unggulan sejak babak 32 besar. Melansir Sporting News, jika ingin mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, Portugal kemungkinan harus melewati sederet lawan kelas dunia.
Rintangan pertama Portugal adalah Kroasia. Laga yang akan berlangsung di Toronto itu diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak 32 besar. Kroasia lolos sebagai runner-up Grup L setelah meraih kemenangan atas Panama dan Ghana, serta kalah dari Inggris.
Pertemuan ini juga menghadirkan duel dua legenda sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Meski Portugal sedikit lebih diunggulkan, Kroasia tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya berkat pengalaman dan kualitas para pemainnya.
Sementara itu, Kolombia memiliki kode telepon internasional +57. Kode panggilan ini merupakan kode unik yang digunakan dalam sistem telekomunikasi global untuk mengidentifikasi negara tujuan saat melakukan panggilan internasional. Kode negara +57 menunjukkan bahwa nomor telepon yang hendak dihubungi berada di Kolombia, Amerika Selatan.
Sebelum menelepon ke Kolombia, perlu diketahui bahwa bahasa resmi yang digunakan di negara ini adalah bahasa Spanyol. Lembaga yang mengatur nomor telepon di Kolombia adalah Communications Regulation Commission (CRC). Nomor internasional Kolombia terdiri dari maksimal 12 digit, di mana 2 digit pertama merupakan kode negara yang ditetapkan ITU, yaitu 57.
Di Piala Dunia 2026, timnas Kolombia memastikan tempat di babak gugur setelah keluar sebagai juara Grup K. Hasil tersebut menjadi bukti konsistensi Los Cafeteros sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini. Namun, di balik keberhasilan timnas Kolombia tersebut, ada satu nama yang justru menjadi sorotan karena minim kesempatan bermain, yakni Richard Rios.
Gelandang berusia 26 tahun itu datang ke Piala Dunia dengan ekspektasi tinggi. Namanya mulai mencuri perhatian saat tampil impresif di Copa America 2024. Meski gagal membawa timnas Kolombia menjadi juara usai kalah tipis 0-1 dari Argentina di partai final, performa Richard Rios sepanjang turnamen menuai banyak pujian.
Bagan babak 32 besar Piala Dunia 2026 didominasi oleh tim-tim Eropa dengan total 13 negara yang lolos ke fase gugur tersebut. Sebanyak 10 tim menempati bagan kiri sehingga langsung menghadirkan beberapa laga sesama wakil Benua Biru. Sementara itu, 3 tim Eropa lainnya berada di bagan kanan, yakni Inggris, Norwegia, dan Swiss yang akan menghadapi wakil Afrika.
Afrika pun menjadi konfederasi dengan jumlah wakil terbanyak setelah Eropa, yakni Afrika Selatan, Maroko, Pantai Gading, Senegal, RD Kongo, Mesir, Ghana, Aljazair, dan Tanjung Verde. Selain Eropa dan Afrika, Asia diwakili Jepang dan Australia akan sama-sama menghadapi lawan tangguh di fase gugur ini.
Brasil, Argentina, Kolombia, Paraguay, dan Ekuador menjadi wakil Amerika Selatan di babak 32 besar. Sedangkan kawasan CONCACAF masih menyisakan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat yang siap bersaing melanjutkan perjalanan di turnamen.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Piala Dunia 2026 akan terus memanas dengan pertandingan-pertandingan sengit di babak gugur. Timnas Kolombia dan Portugal harus menyiapkan strategi terbaik mereka untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di fase selanjutnya.
