Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Juni 2026 | Partai Buruh saat ini menghadapi perpecahan internal yang serius. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh, Ferri Nuzarli, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya bersama dengan sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) di berbagai wilayah Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi yang panjang. Ferri menyatakan bahwa perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai menjadi alasan utama keputusan ini. Ia menegaskan bahwa persoalan internal sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan, tetapi tidak pernah menghasilkan jalan keluar yang memuaskan.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengumumkan bahwa Said Salahuddin telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Partai Buruh untuk mengisi kekosongan jabatan Sekjen. Said Iqbal menegaskan bahwa Said Salahuddin hanya akan menjabat selama satu hingga dua bulan, dan setelah itu, Sekjen definitif akan dibentuk.
Perpecahan ini juga mempengaruhi beberapa daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di mana Ketua Partai Buruh DIY, Irsad Ade Irawan, menyatakan mundur dari kepengurusan. Irsad menyebut bahwa keputusannya ini juga diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY.
Partai Buruh menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan keutuhan dan kekuatan partai di tengah perpecahan internal ini. Said Iqbal menegaskan bahwa mundurnya Ferri dan sekitar 1,3 juta anggota tidak mempengaruhi kinerja Partai Buruh, dan partai akan terus berjalan dengan baik.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Partai Buruh dan kemampuan partai untuk memulihkan kekuatan dan keutuhan internalnya. Dalam beberapa minggu mendatang, Partai Buruh harus menemukan solusi untuk mengatasi perpecahan internal ini dan mempertahankan kepercayaan anggota dan masyarakat.
Untuk mencapai hal ini, Partai Buruh perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan kebijakan partai. Mereka juga perlu membangun komunikasi yang lebih efektif dengan anggota dan masyarakat untuk memahami kebutuhan dan aspirasi mereka.
Dengan demikian, Partai Buruh dapat memulihkan kekuatan dan keutuhan internalnya, serta mempertahankan peranannya sebagai salah satu partai politik terkemuka di Indonesia.
