Rupiah Menguat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Tidak Pasti

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat sore, rupiah menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.922 per USD dari sebelumnya Rp17.943 per USD. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama bergerak turun di level Rp17.962 per USD dari sebelumnya Rp17.942 per USD.

Menurut analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah dipicu oleh respons positif terhadap pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stabilitas fiskal. Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN 2026 telah disesuaikan, dengan pagu anggaran MBG yang dipangkas dari rencana awal sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Baca juga:

Survei Populix menunjukkan bahwa sebanyak 60% responden milenial dan generasi Z di Indonesia merasa tertekan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Dari yang merasa tertekan, sebanyak 44% merespons pelemahan rupiah dengan mengurangi pengeluaran yang bersifat non-esensial, 31% berusaha mencari sumber penghasilan tambahan, 24% beralih ke produk alternatif yang lebih murah, dan 1% tidak melakukan perubahan apa pun.

Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi juga menilai bahwa penguatan rupiah didorong oleh penurunan tajam harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) telah turun ke bawah US$ 70 per barel setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Merjedanya risiko gangguan pasokan membuat pelaku pasar kembali optimistis terhadap stabilitas pasar energi global, sekaligus memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Pemerintah juga mengalokasikan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada semester II-2026, sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi ekonomi yang tidak pasti ini membuat rupiah bergerak fluktuatif. Namun, dengan penguatan rupiah dan penurunan harga minyak, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan dari perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah adalah bahwa rupiah masih memiliki potensi untuk menguat di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti. Dengan penurunan harga minyak dan penguatan rupiah, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *