Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juni 2026 | Pelatih Tunisia, Jalel Kadri, harus menghadapi tantangan berat di Piala Dunia 2026 setelah timnya dikalahkan Belanda dengan skor 3-1. Kekalahan ini membuat Tunisia harus angkat koper dari turnamen tanpa raihan satu poin pun akibat menelan tiga kekalahan beruntun.
Belanda sukses memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif. Bersua wakil Afrika, Tunisia, pada laga pamungkas babak penyisihan Grup F di Kansas Stadium, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pagi WIB, skuad berjuluk De Oranje tersebut memetik kemenangan meyakinkan 3-1.
Tambahan tiga poin mengantarkan anak asuh Ronald Koeman finis sebagai juara klasemen akhir Grup F. Kepastian status juara grup ini juga terbantu oleh hasil imbang 1-1 Jepang dan Swedia pada laga lainnya yang berlangsung bersamaan.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Tunisia harus angkat koper dari turnamen tanpa raihan satu poin pun akibat menelan tiga kekalahan beruntun. Sejak wasit meniup peluit sepak mula, Belanda langsung memperagakan skema permainan menyerang dengan intensitas tekanan yang sangat tinggi (high pressing). Strategi agresif ini terbukti sangat ampuh meruntuhkan fokus lini belakang Tunisia.
Hasilnya, laga baru berjalan tiga menit, papan skor sudah berubah untuk keunggulan raksasa Eropa tersebut. Gol pembuka lahir dari sebuah skema serangan balik cepat. Berniat menghalau umpan silang mendatar yang berbahaya dari sisi sayap, gelandang bertahan Tunisia, Ellyes Skhiri, justru melakukan blunder fatal. Sapuan bolanya berbelok arah dan bersarang ke dalam gawang sendiri yang dikawal kiper Aymen Dahmen.
Hanya berselang empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-7, Belanda sukses menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0. Berawal dari situasi bola mati (set-piece), bek tengah sekaligus kapten tim, Virgil van Dijk, memenangkan duel udara di area terlarang. Van Dijk dengan cerdik menyundul bola ke arah Brian Brobbey yang berdiri bebas tanpa kawalan. Penyerang muda tersebut dengan ketenangan prima langsung menuntaskannya menjadi gol.
Keunggulan dua gol membuat Belanda tampil kian percaya diri dalam mendikte jalannya pertandingan hingga turun minum. Memasuki paruh kedua, Tunisia yang enggan pulang dengan tangan hampa mencoba mengambil inisiatif menyerang lebih awal. Strategi ini sempat membuka harapan bagi skuad berjuluk El Khadra tersebut sesaat setelah babak kedua mulai.
Tepat pada menit ke-50, memanfaatkan umpan akurat dari skema sepak pojok, penyerang Tunisia Hazem Mastouri berhasil memenangkan duel udara. Tandukan tajamnya mengarah lurus ke pojok kiri bawah gawang Belanda yang gagal kiper Bart Verbruggen jangkau. Skor menipis menjadi 2-1.
Belanda akhirnya menutup pertandingan dengan skor 3-1 setelah gol ketiga mereka dicetak pada menit ke-90+5. Kekalahan ini membuat Tunisia harus angkat koper dari turnamen tanpa raihan satu poin pun akibat menelan tiga kekalahan beruntun.
Kekalahan ini juga membuat pelatih Tunisia, Jalel Kadri, harus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas timnya. Dengan kekalahan ini, Tunisia harus menunggu Piala Dunia berikutnya untuk mencoba peruntungannya kembali.
Sementara itu, Belanda akan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi lawan yang lebih kuat di babak selanjutnya. Mereka harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh.
Dalam beberapa hari ke depan, pertandingan Piala Dunia 2026 akan terus berlangsung dengan sengit. Tim-tim yang masih bertahan harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dan mencapai tujuan mereka di turnamen ini.
