Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Kasus yang kini dikenal sebagai passportgate kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola, khususnya bagi empat pemain naturalisasi Indonesia yang berkarier di Liga Belanda. Empat nama—Dean James, Tim Geypens, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe‑A‑On—semula terancam dilarang bermain setelah status kewarganegaraan mereka berubah menjadi Indonesia, memaksa mereka melepaskan paspor Belanda dan masuk dalam kuota pemain non‑Uni Eropa.
Insiden ini berawal dari laporan NAC Breda terhadap Dean James usai kekalahan telak 0‑6 melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Klub menuduh James tidak memenuhi persyaratan administrasi karena telah menjadi warga negara Indonesia. Laporan tersebut memicu penyelidikan lebih luas oleh KNKN (Federasi Sepakbola Belanda) serta otoritas imigrasi setempat. Dalam proses investigasi terungkap bahwa tiga pemain lainnya—Tim Geypens (Emmen), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II)—juga berada dalam situasi serupa.
Setelah menelusuri dokumen dan meninjau regulasi liga, KNKN memutuskan bahwa para pemain tidak melakukan pelanggaran. Keputusan ini membuka kembali hak mereka untuk berlatih dan bertanding bersama klub masing-masing, mengakhiri masa penangguhan yang menahan mereka selama beberapa minggu. Meski demikian, dampak psikologis serta citra publik tetap terasa, terutama bagi Tim Geypens yang menjadi fokus media Indonesia.
Pada konferensi pers usai kekalahan Bali United 2‑3 melawan Persib di pekan ke‑27 BRI Super League 2025/26, pelatih Bali United, Johnny Jansen, menolak membahas detail kasus passportgate. Jansen menegaskan bahwa isu tersebut berada di luar ranah tanggung jawabnya sebagai pelatih. Ia menyoroti pentingnya regulasi yang jelas sejak awal, mengkritik fakta bahwa peraturan baru baru dibahas setelah munculnya masalah. “Saya pikir mereka seharusnya membuat aturan yang baik terkait hal tersebut,” ujar Jansen, sambil mengharapkan langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Sementara itu, Justin Hubner yang kini bergabung dengan Fortuna Sittard tidak menahan kemarahannya. Setelah pertandingan imbang 1‑1 melawan NAC Breda pada 12 April 2026, Hubner melontarkan sindiran tajam kepada manajemen NAC, menilai bahwa klub tersebut memicu skandal administratif. “Tidak menyenangkan bahwa Anda tidak diizinkan untuk berlatih atau bermain karena masalah paspor. Ini memalukan bagi manajemen NAC,” tegas Hubner, menambahkan bahwa kegagalan NAC melawan Go Ahead Eagles tidak memberi mereka hak untuk mengkritik kewarganegaraan pemain lain.
Reaksi publik di Indonesia beragam. Sebagian besar masyarakat mendukung keputusan KNKN yang membebaskan pemain, menilai naturalisasi harus disertai perlindungan hak pemain. Namun, kritik juga muncul terkait proses naturalisasi yang dianggap terburu‑buru, tanpa memperhatikan regulasi liga asing, terutama soal izin kerja dan standar gaji minimum yang mencapai €608.000 (sekitar Rp12,1 miliar).
- Kasus dimulai dari laporan NAC Breda terhadap Dean James.
- Empat pemain naturalisasi Indonesia terdampak, termasuk Tim Geypens.
- KNKN memutuskan tidak ada pelanggaran; pemain kembali berlatih.
- Johnny Jansen menekankan perlunya regulasi yang jelas.
- Justin Hubner menyindir NAC Breda sebagai pelaku utama kontroversi.
Kasus passportgate menyoroti tantangan yang dihadapi pemain naturalisasi di liga luar negeri, terutama dalam menyeimbangkan identitas kebangsaan dengan persyaratan administratif. Bagi Tim Geypens, kebebasan kembali bermain menjadi peluang untuk membuktikan kualitasnya di Eredivisie, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap proses naturalisasi pemain Indonesia.
Ke depan, federasi sepak bola Indonesia diharapkan dapat berkoordinasi lebih intens dengan otoritas liga asing. Langkah preventif seperti penyusunan regulasi bersama, mekanisme verifikasi paspor, dan transparansi proses naturalisasi menjadi kunci untuk menghindari konflik serupa. Dengan dukungan pelatih, rekan setim, dan pemahaman yang lebih baik tentang regulasi internasional, diharapkan tidak ada lagi pemain yang harus menahan diri dari kompetisi hanya karena masalah administratif, sehingga fokus tetap pada performa di lapangan.
Keputusan KNKN yang mengakhiri penangguhan memberi Tim Geypens kesempatan melanjutkan karier di Belanda tanpa hambatan. Dukungan yang konsisten dari lingkungan profesional dan kebijakan yang lebih terstruktur akan menjadi landasan utama untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
