Mengapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Lampu? Simak Penyebab dan Tips Menghemat Listrik

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juni 2026 | Ahir-akhir ini, banyak masyarakat yang mengeluh karena seringnya mati lampu di rumah. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, apa penyebab mati lampu ini? Apakah karena kekurangan pasokan listrik atau ada faktor lain?

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kebutuhan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton. Namun, hingga saat ini, kontrak yang berhasil diamankan PLN baru sekitar 134 juta ton. Artinya masih terdapat selisih sekitar 20 juta ton dibanding kebutuhan tahunan yang diproyeksikan.

Baca juga:

Selain itu, harga Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan sebesar US$70/ton juga kalah jauh dari Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang mencapai US$123,91/ton. Hal ini membuat perusahaan tambang lebih memilih untuk mengekspor batu bara daripada menjualnya ke dalam negeri.

Di sisi lain, ada beberapa kebiasaan kecil yang dapat membuat tagihan listrik bulanan meningkat. Misalnya, tidak mencabut perangkat elektronik yang sedang standby, menggunakan AC secara berlebihan, dan tidak memanfaatkan cahaya alami di siang hari.

Namun, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghemat listrik. Pertama, cabut perangkat elektronik yang sedang standby. Kedua, gunakan AC secara lebih cerdas, bukan lebih lama. Ketiga, maksimalkan cahaya alami di siang hari. Keempat, atur penggunaan mesin cuci dan alat elektronik berdaya besar. Kelima, ganti kebiasaan memakai alat lama yang boros energi.

Dengan melakukan tips-tips di atas, kita dapat menghemat listrik dan mengurangi tagihan listrik bulanan. Selain itu, kita juga dapat membantu mengurangi beban listrik nasional dan mencegah mati lampu.

Terakhir, perlu diingat bahwa listrik padam lalu menyala lagi dapat rusak elektronik. Hal ini disebabkan oleh lonjakan tegangan sesaat (transien) yang dapat memberikan tekanan besar pada komponen internal perangkat elektronik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *