Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir telah menjadi fenomena yang sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada usia pakai berbagai perangkat elektronik di rumah. Ketua Bidang Standardisasi APPI, Helvin Herman Tirtadjaja, menjelaskan bahwa ketika aliran listrik terputus kemudian kembali normal, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat merusak komponen internal perangkat elektronik.
Menurut Helvin, komponen yang paling rentan mengalami kerusakan adalah bagian power supply atau sistem catu daya. Oleh karena itu, penting untuk diwaspadai ketika listrik kembali menyala setelah padam. Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan bahwa tidak ada lagi pemadaman listrik hingga pekan depan setelah rapat dengan PT PLN.
Di sisi lain, pemadaman listrik di Palangka Raya masih berlangsung, dan PLN menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan terhadap kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik selama proses penanganan berlangsung.
Bagi ibu menyusui, pemadaman listrik bergilir juga menjadi perhatian khusus. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, menjelaskan bahwa saat terjadi pemadaman listrik, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah menjaga suhu penyimpanan ASI tetap dingin selama mungkin. Ibu menyusui disarankan untuk tidak sering membuka freezer dan kulkas, serta memindahkan ASI ke cooler bag jika pemadaman berlangsung lama.
Dalam menghadapi pemadaman listrik, penting untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi dampak pemadaman listrik, seperti menggunakan sumber listrik alternatif dan memastikan perangkat elektronik dalam keadaan mati saat listrik padam.
