Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juni 2026 | Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Gobang VIII Yonif 2 Marinir melaksanakan patroli humanis di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Dalam patroli tersebut, personel Satgas Yonif 2 Marinir berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membagikan makanan ringan kepada anak-anak. Kehadiran prajurit disambut hangat oleh warga yang merasakan manfaat dari keberadaan Satgas di wilayah tersebut.
Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak antusias berinteraksi dengan para prajurit, sementara warga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Satgas.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, sekaligus mendukung terciptanya situasi yang kondusif di wilayah perbatasan.
Di tempat lain, Korps Marinir TNI AL menerima 947 prajurit baru yang terdiri atas Bintara dan Tamtama dalam acara pemberian baret di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). Penyematan baret ungu menjadi puncak acara dari rangkaian dua bulan masa pendidikan yang telah dilalui para prajurit.
Panglima Korps Marinir Letjen TNI Endi Supardi menyampaikan bahwa patroli humanis merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan. Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Para prajurit baru tersebut telah melewati lima tahap pendidikan komando yang meliputi dasar komando, kelautan, hutan gunung, perang gerilya, serta lawan gerilya. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk membentuk kemampuan fisik, mental, karakter, dan jiwa kepemimpinan prajurit komando Marinir.
Setelah resmi bergabung sebagai prajurit Korps Marinir, mereka diharapkan menjadi pribadi yang tangguh, profesional, militan, berkarakter serta mampu menjaga nama baik Korps Marinir.
Kehadiran Korps Marinir di Papua juga menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan kekeluargaan antara aparat keamanan dan masyarakat Papua. Melalui pendekatan humanis ini, Satgas Yonif 2 Marinir terus berupaya menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di daerah penugasan.
