Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menjadi sorotan politik nasional setelah ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan adanya belasan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) aktif yang berencana bergabung dengan partai tersebut. Menurut pernyataan Bestari pada Senin, 13 April 2026, angka yang disebutkan berkisar antara 15 hingga 20 orang. Informasi ini menambah dinamika pergerakan politik menjelang Pemilu 2029, di mana PSI berambisi menorehkan kemenangan besar.
Bestari menegaskan bahwa pergerakan kader tidak terbatas pada satu partai saja. “Banyak sekali yang berpindah, contohnya saya sendiri dulu dari Nasdem, dan ada lagi Rusdi Masse yang baru saja meninggalkan jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI,” ujarnya. Ia menolak mengungkapkan identitas lengkap para kader yang akan pindah, namun menegaskan bahwa mereka masih aktif di DPR. “Pokoknya anggota DPR yang aktif itu masih ada 15 sampai 20 orang lagi yang mau bergabung,” tambahnya.
Faktor utama yang memotivasi para politisi tersebut, menurut Bestari, adalah peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai patron tak resmi PSI. “Sejak diketahui bahwa Pak Jokowi menjadi patron PSI, banyak politisi yang merasa tertarik untuk bergabung karena melihat dukungan tinggi dari Presiden,” jelasnya. Pernyataan ini sekaligus menepis rumor bahwa Jokowi berencana mengambil alih Partai Nasdem. “Tidak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil alih Nasdem, itu hanya isu yang dilontarkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan opini negatif,” tegas Bestari.
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menambahkan bahwa PSI sedang menjalani proses transformasi total menjelang Pemilu 2029. Dalam acara Konsinyering Nasional yang digelar pada 12 April 2026, Ahmad Ali menekankan pentingnya memperkuat struktur partai, meningkatkan soliditas kader, dan menumbuhkan kehadiran nyata di tengah masyarakat. “PSI tidak boleh hanya hadir, PSI harus dirasakan. Kita harus bekerja lebih keras, lebih terstruktur, dan lebih berani untuk memenangkan hati rakyat Indonesia,” ujar ia.
Ahmad Ali juga mengungkapkan adanya komunikasi dengan seorang tokoh nasional besar yang bersedia bergabung dengan PSI, dengan syarat partai telah menunjukkan kesiapan dan kekuatan internal. “Ada harapan besar yang akan datang ke PSI, namun beliau tidak ingin bergabung dengan partai yang belum siap. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua,” kata Ahmad Ali.
Pergerakan kader DPR ke PSI tidak hanya melibatkan mantan kader Nasdem. Bestari menyebutkan bahwa beberapa kader berasal dari partai lain, termasuk partai-partai kecil yang belum memiliki basis kuat di DPR. Hal ini mencerminkan upaya PSI untuk memperluas jaringan legislatifnya, sehingga dapat memiliki suara lebih signifikan dalam proses pembuatan kebijakan.
Para pengamat politik menilai bahwa langkah ini dapat memperkuat posisi PSI di parlemen, khususnya dalam mengusulkan agenda reformasi yang selama ini menjadi fokus partai. Dengan menambah jumlah anggota DPR, PSI berpotensi meningkatkan pengaruhnya dalam pembentukan undang-undang, terutama pada isu-isu kepemudaan, pendidikan, dan transparansi pemerintahan.
Di sisi lain, Partai Nasdem belum mengomentari secara resmi pernyataan Bestari mengenai pergerakan kadernya. Namun, dalam wawancara terpisah, seorang juru bicara Nasdem menyatakan bahwa partai sedang melakukan konsolidasi internal dan menegaskan bahwa setiap keputusan kader untuk berpindah haluan adalah hak pribadi masing-masing.
Secara keseluruhan, dinamika pergerakan politik ini menandakan perubahan lanskap partai di Indonesia menjelang pemilu mendatang. PSI, dengan dukungan potensial dari tokoh nasional dan tambahan anggota DPR, berusaha memposisikan diri sebagai alternatif kuat bagi pemilih yang menginginkan perubahan nyata. Sementara itu, partai-partai tradisional harus menyiapkan strategi baru untuk mempertahankan basis dukungan mereka.
Dengan latar belakang dukungan Presiden Jokowi, upaya transformasi internal yang dipimpin Ahmad Ali, serta pernyataan Bestari Barus tentang kedatangan 15-20 anggota DPR aktif, PSI berada pada posisi yang strategis untuk meningkatkan peran legislatifnya. Bagaimana perkembangan selanjutnya akan menjadi sorotan utama dalam politik Indonesia menjelang 2029.
