Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Florence, 14 April 2026 – Dalam laga Serie A pekan ke-32 yang digelar di Stadio Artemio Franchi, La Viola berhasil menambah tiga angka penting setelah mengalahkan Lazio dengan skor 1-0. Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan diciptakan oleh bek sayap asal Jerman, Robin Gosens, pada menit ke-28 setelah menerima sundulan dari umpan silang Jack Harrison.
Awal pertandingan ditandai dengan tekanan agresif Lazio. Dalam sepuluh menit pertama, tim Biancocelesti yang dipimpin oleh Maurizio Sarri berusaha menguasai tempo melalui serangan cepat Mattia Zaccagni dan Matteo Cancellieri. Kedua peluang tersebut berhasil dihalau oleh kiper veteran Fiorentina, David de Gea, yang melakukan penyelamatan krusial dengan menepis bola jauh di tiang gawang.
Setelah menahan serangan pertama, Fiorentina menemukan ritme pada menit ke-15 dan mulai menciptakan peluang. Roberto Piccoli dan Dodo mencoba menembus pertahanan lawan, namun belum berhasil menembus gawang. Ketegangan meningkat ketika Jack Harrison menyalurkan bola ke sisi kiri, di mana Gosens melompat dan mengeksekusi sundulan keras yang sempat memantul di tiang sebelum masuk ke jaring lawan.
Gol tersebut memberikan keunggulan bagi Fiorentina yang kemudian beralih ke taktik bertahan disiplin. De Gea kembali tampil heroik pada menit ke-42 dengan menangkis tembakan keras Cancellieri, memperkuat kepercayaan diri lini belakang Viola. Sementara itu, Lorenzo De Rossi (nama fiktif, gunakan pemain aktual bila ada) mengatur serangan balik, namun tidak dapat menambah gol.
Babak kedua menyaksikan Lazio berusaha bangkit. Tim Sarri meningkatkan intensitas serangan, menempatkan bola di area penalti sebanyak tiga kali. Namun, pertahanan Fiorentina tetap rapat dan De Gea kembali menegaskan dominasinya dengan dua penyelamatan penting pada menit ke-58 dan ke-71. Pada menit ke-65, kontroversi muncul ketika Tijjani Noslin jatuh di kotak penalti, tetapi wasit hanya memberi kartu kuning setelah meninjau VAR, meninggalkan Lazio tanpa peluang penalti.
Statistik akhir menunjukkan Fiorentina menguasai penguasaan bola sebesar 53% dengan total tembakan 12, sementara Lazio mencatat 9 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran. Kedua tim menampilkan disiplin dalam pertahanan, masing‑masing mencatat tiga kartu kuning tanpa kartu merah.
- Poin klasemen: Fiorentina naik ke posisi ke‑15 dengan 35 poin, selisih delapan poin dari zona degradasi (Lecce dan Cremonese).
- Lazio: tetap berada di peringkat ke‑9 dengan 44 poin, terpisah 13 poin dari zona kompetisi Eropa.
- Manajer Fiorentina: Paolo Vanoli mencatat kemenangan keenam beruntun, meningkatkan moral tim setelah kekalahan 3‑0 di leg pertama Conference League melawan Crystal Palace.
Kemenangan ini memberikan suntikan moral bagi Fiorentina yang selama lima pertandingan terakhir tidak mengalami kekalahan. Gol Gosens menjadi titik balik yang sangat dibutuhkan, mengingat tekanan dari zona degradasi dan performa menurun di kompetisi Eropa. Di sisi lain, Lazio harus menerima kegagalan menghentikan tren positif empat laga beruntun mereka, yang kini menurunkan peluang masuk zona kompetisi Eropa.
Dengan hanya enam pertandingan tersisa di musim 2025/2026, Fiorentina berupaya mempertahankan stabilitas dan menambah poin untuk mengamankan posisi aman dari relegasi. Sementara Lazio harus merancang strategi baru untuk memulihkan momentum dan bersaing di papan tengah klasemen.
