Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juni 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada tanggal 16 Juni 2026, telah meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat setempat. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, total rumah rusak akibat gempa mencapai 2.735 unit, dengan rincian 212 unit rusak berat, 596 unit rusak sedang, dan 1.927 unit rusak ringan.
Upaya pemulihan dan bantuan kemanusiaan terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi swadaya masyarakat, dan perusahaan swasta. PT Citra Palu Minerals (CPM) merupakan salah satu perusahaan yang terlibat aktif dalam penanganan bencana ini. CPM menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, minuman, serta tenda pengungsian kepada warga terdampak.
Selain itu, CPM juga mengerahkan Emergency Response Team (ERT) dan tim paramedik ke lapangan untuk memperkuat layanan kesehatan yang tersedia di Puskesmas Nokilalaki. Layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat terdampak.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga turut serta dalam upaya pemulihan dengan mengungkap sejumlah temuan dari hasil kajiannya di balik gempa. Hasil analisis Badan Geologi menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo, bukan Sesar Sausu seperti dugaan awal.
Dalam upaya pemulihan, pemerintah juga berencana untuk membangun 210 hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat. Huntara ini akan disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan menjadi milik warga setelah masa tanggap darurat berakhir.
PT PLN (Persero) juga turut serta dalam upaya pemulihan dengan menghadirkan aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak. PLN menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat, serta memperbaiki jaringan listrik yang mengalami gangguan akibat bencana.
Dalam beberapa hari terakhir, gempa susulan masih terus terjadi, namun dengan intensitas yang menurun. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat.
Kesimpulan dari upaya pemulihan dan bantuan kemanusiaan di Kabupaten Sigi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, organisasi swadaya masyarakat, dan perusahaan swasta sangat penting dalam menghadapi bencana alam. Dengan upaya yang terkoordinasi dan terpadu, diharapkan masyarakat Sigi dapat segera bangkit kembali dari dampak gempa ini.
