Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juni 2026 | Harga emas dunia turun 1,28% ke level US$ 4.306,74 per troy ons pada perdagangan Kamis (18/6). Logam mulia tersebut telah terkoreksi 23,21% dari rekor tertingginya di US$ 5.608,35 per troy ons pada akhir Januari 2026.
Meski harga emas kembali turun, pergerakan saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak bervariasi. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 2,26% ke level Rp 650. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 0,32% menjadi Rp 3.150 sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 1,33% ke Rp 2.220.
Di sisi lain, sejumlah emiten emas justru naik. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 3,21% ke level Rp 7.225. Penguatan itu turut mengerek saham induk usahanya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melonjak 5,86% menjadi Rp 2.890. Selain itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 0,45% ke Rp 1.115 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 0,45% ke level Rp 450.
Penguatan saham Grup Merdeka didorong rencana EMAS melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Hong Kong (HKEX). Langkah tersebut mendapat dukungan dari sejumlah lembaga keuangan dan investor global. Dalam aksi korporasi itu, UBS dan CITIC Securities ditunjuk sebagai sponsor utama. Sementara Morgan Stanley, HSBC, China International Capital Corporation (CICC), dan Macquarie Group bertindak sebagai joint overall coordinators, joint global coordinators, sekaligus joint bookrunners.
Perseroan juga menggandeng DBS Bank, Mizuho Financial Group, OCBC Bank, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, serta Crédit Agricole sebagai joint bookrunners dan lead managers. Tak hanya itu, dalam penawaran IPO, EMAS mendapatkan komitmen dari sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari pelaku industri strategis dan investor keuangan global.
Dari kelompok industri, investor yang berpartisipasi antara lain Wanguo Gold Group, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology), Mercuria Holdings (Singapore), Trafigura, Glencore International, hingga Intera Mining Investment yang merupakan anak usaha milik penuh JCHX Mining Management. Sementara itu, dari kalangan investor keuangan, Ping An of China Asset Management (Hong Kong), GF Fund Management, Eurus Holdings SPC yang berafiliasi dengan ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC juga masuk ke dalam jajaran investor.
Kesimpulan, harga emas dunia yang turun tidak berdampak signifikan pada saham emiten tambang emas di Indonesia. Bahkan, beberapa emiten emas seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) justru mengalami penguatan. Rencana IPO EMAS di Bursa Hong Kong juga menjadi faktor penguatan saham Grup Merdeka.
