Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali menegaskan alasan utama keputusannya bergabung dengan Old Trafford pada tahun 2020: keinginan mengumpulkan trofi, bukan sekadar mengejar uang. Dalam wawancara eksklusif dengan The Times, sang gelandang berusia 31 tahun menegaskan bahwa setiap pemain yang melangkah ke Setan Merah melakukannya dengan harapan memenangkan gelar tertinggi, baik domestik maupun internasional.
Fernandes menolak tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al Hilal, pada musim panas 2025. Menurutnya, kesempatan bermain di kompetisi bergengsi seperti Liga Premier tetap menjadi prioritas utama. “Uang dapat Anda dapatkan di mana saja, tetapi sejarah dan ambisi Manchester United lah yang membuat saya tetap di sini,” ujarnya, menambah bahwa klub harus tetap kompetitif untuk mendekatkan diri pada trofi.
Sejak kedatangannya, Fernandes telah menjadi figur sentral dalam kebangkitan United. Pada musim 2022/2023, ia membantu tim meraih Piala Liga Inggris, sementara musim berikutnya ia menambah koleksi dengan Piala FA. Meskipun mengalami beberapa kekalahan di final, termasuk Liga Europa dan Piala FA, kontribusinya tetap tak terbantahkan: 8 gol dan 16 assist di liga musim 2024/2025, menjadikannya pemimpin assist teratas Premier League saat itu.
Statistik tersebut mencerminkan peran multifaset Fernandes sebagai playmaker, pencetak gol, dan pengatur tempo. Dalam laga melawan Leicester City pada pekan ke-29 musim 2024/2025, ia dan rekan Portugal, Diogo Dalot, merayakan gol ketiga United yang memastikan kemenangan 3-0. Penampilan serupa terlihat pada pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers pada Desember 2025, di mana Fernandes mencetak gol penting yang menambah kepercayaan diri tim.
Namun, bukan hanya catatan statistik yang menjadi sorotan. Fernandes menekankan pentingnya mental kompetitif. “Tidak ada klub yang bisa menjanjikan gelar Liga Inggris, tetapi yang dapat dijanjikan adalah kompetisi yang ketat,” kata ia dalam konferensi pers sebelum melawan Leeds United pada April 2026. Pernyataan itu menegaskan sikap realistis namun optimis kapten, mengingat United masih berjuang menembus posisi puncak klasemen.
Reaksi suporter United pun beragam. Setelah kekalahan mengejutkan melawan Leeds United, sejumlah fans melontarkan kritik tajam, menyebut penampilan Fernandes “tidak memuaskan”. Meskipun demikian, Fernandes tetap fokus pada perbaikan tim, menyatakan bahwa setiap kegagalan menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan performa kolektif.
Di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick, United telah menunjukkan tren positif, menempati posisi tiga klasemen menjelang pertandingan krusial melawan Leeds. Carrick, mantan rekan setim Fernandes, menilai bahwa kepemimpinan lapangan sang kapten menjadi faktor kunci dalam menjaga semangat kompetitif squad.
Fernandes juga mengingatkan bahwa tujuan utama klub bukan sekadar menambah satu atau dua trofi dalam enam tahun, melainkan berjuang untuk semua gelar yang tersedia. “Kami sudah mencapai tiga final, meski belum menang semua. Itu bukti kami dekat dengan kemenangan,” ungkapnya, menyinggung final yang belum berhasil dimenangkan.
Keberanian Fernandes menolak tawaran finansial tinggi demi ambisi sportivitas menjadi contoh bagi generasi pemain muda. Ia menegaskan, “Jika Anda ingin bersaing, Anda harus berada di klub yang berambisi untuk bersaing, bukan hanya mencari uang.” Sikap ini semakin menguatkan citra United sebagai klub dengan tradisi kemenangan.
Ke depan, Fernandes bertekad memperkuat United agar kembali menjadi pesaing utama dalam perebutan Liga Inggris. Dengan dukungan pemain seperti Casemiro, yang kerap memanfaatkan umpan akurat Fernandes, serta kebijakan transfer yang fokus pada kualitas, harapan fans untuk menyaksikan kembali era keemasan United semakin realistis. Kesimpulannya, motivasi trofi, komitmen kompetitif, dan kepemimpinan karismatik Bruno Fernandes menjadi pondasi utama bagi ambisi Manchester United menembus puncak sepak bola Inggris.
