Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 Juni 2026 | Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Republik Demokratik Kongo berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, dan menjadi awal yang tidak diharapkan bagi Portugal.
Portugal memulai pertandingan dengan baik, dengan gol Joao Neves pada menit keenam membuka keunggulan. Namun, Kongo berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama melalui sundulan Yoane Wissa.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mengakui bahwa gol Yoane Wissa menjadi pukulan telak bagi timnya. Sementara itu, pelatih Kongo, Sebastien Desabre, merasa bangga dengan pencapaian timnya, terutama setelah melalui masa karantina selama tiga minggu di Belgia akibat wabah Ebola sebelum turnamen dimulai.
Cristiano Ronaldo, yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya dalam pertandingan tersebut. Ia mengakui bahwa hasil tersebut bukan awal yang diharapkan, tetapi meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus dan segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara tim unggulan dan nonunggulan bukan garansi terhadap hasil akhir. Kongo berhasil menahan Portugal, yang datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim unggulan, dan membuktikan bahwa mereka tidak datang hanya sebagai pelengkap.
Hasil ini menjadi sinyal bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang penuh kejutan. Setelah Tanjung Verde menahan Spanyol tanpa gol di Grup H, giliran Kongo menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dianggap remeh.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Kongo telah membuktikan diri sebagai tim yang tangguh dan tidak bisa dianggap remeh. Mereka berhasil mencuri poin berharga dari Portugal dan membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim unggulan di Piala Dunia 2026.
