Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, dengan penurunan 0,78% ke level 6.172. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing senilai Rp893,36 miliar di seluruh pasar saham Indonesia.
Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75% juga turut menekan minat investor pada aset berisiko saham. Sementara itu, saham-saham di sektor industri dasar justru naik 2,49% secara sektoral.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 5,64% ke Rp1.780, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 6,27% ke Rp2.120, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,76% ke Rp2.120. Berdasarkan banyaknya nilai perdagangan, TPIA paling banyak diburu senilai Rp1,51 triliun.
Di sisi lain, saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 15,36% ke Rp3.980, setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jeblok 3,19% ke Rp6.075, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 3,90% ke Rp2.960, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,45% ke Rp4.470, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berkurang 1,84% ke Rp3.730.
Dalam beberapa hari terakhir, RLCO juga dilaporkan mengalami dugaan margin call setelah harga sahamnya anjlok. Emiten ini sempat memuncak di harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) pada 20 Januari 2026 di Rp8.700, lalu berangsur-angsur ambles dan harganya menukik setajam 72,07% menjadi Rp2.430 pada 8 Juni 2026.
PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) melakukan pembelian 1,74 miliar lembar saham RLCO di harga Rp378 per saham, yang dicatatkan sebagai transaksi Repurchase Agreement untuk tujuan penempatan, pencairan, dan top up repo. Hal ini membuat kepemilikan SSI naik dari 5,08% menjadi 28,7% dari modal disetor RLCO.
Transaksi ini terjadi setelah harga saham RLCO anjlok dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, IHSG ditutup melemah dengan nilai koreksi mencapai 0,78% ke level 6.172. Sebanyak 258 saham menguat, 419 saham terkoreksi, dan 137 saham stagnan.
