Dukcapil Kota Bengkulu Terima Kasus Tukiyem, Bansos Terblokir Usai Anak PNS Masuk KK

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Juni 2026 | Warga Kota Bengkulu, Tukiyem (74), kecewa setelah mengetahui dirinya tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya menjadi penopang kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini terjadi setelah adanya perubahan data kependudukan yang mengakibatkan nama anak seorang pegawai negeri sipil (PNS) masuk ke dalam kartu keluarganya.

Menurut Tukiyem, awalnya ia diberi tahu bahwa terdapat nama orang lain yang tercantum dalam data yang berkaitan dengan bantuan sosial yang seharusnya diterimanya. Setelah dilakukan pengecekan, Tukiyem mengaku terkejut karena nama yang tercantum diduga merupakan anak seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Baca juga:

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu, Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan fungsi pelayanan administrasi kependudukan berdasarkan permohonan dan persyaratan yang diajukan masyarakat. Proses perpindahan atau penggabungan data kependudukan ke dalam sebuah kartu keluarga (KK) harus melalui pengajuan administrasi yang dilengkapi sejumlah dokumen, termasuk formulir permohonan dan dokumen pendukung lainnya.

Perubahan nama dalam dokumen kependudukan juga dimungkinkan, tetapi harus mengikuti jalur hukum yang sudah diatur dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan serta Perpres Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Masyarakat bisa mengganti nama pada dokumen kependudukan sesuai kebutuhan, dengan proses yang melibatkan pengadilan negeri dan Dinas Dukcapil. Selain itu, layanan berbasis digital seperti aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), portal website resmi Dukcapil, dan layanan surel (email) Dukcapil juga tersedia untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus keperluan kartu keluarga.

Dengan transformasi digital yang digulirkan pemerintah, dokumen penting seperti kartu keluarga kini dapat diakses dengan jauh lebih praktis, cepat, dan efisien. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya memangkas waktu, tetapi juga memastikan keamanan data kependudukan tetap terjaga dengan prosedur verifikasi yang ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *