Malam 1 Suro: Tradisi dan Makna di Balik Perayaan Tahun Baru Jawa

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Juni 2026 | Malam 1 Suro merupakan salah satu momen penting bagi masyarakat Jawa, terutama di Solo, Jawa Tengah. Pada malam ini, banyak orang memanfaatkannya untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan kualitas batin, serta memanjatkan doa demi kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Salah satu tradisi unik yang dilakukan pada malam 1 Suro adalah Kirab Malam 1 Suro di Keraton Solo. Pada kirab ini, 14 pusaka dan 3 ekor Kebo Bule (kerbau) Kyai Slamet dikeluarkan dari keraton dan diarak keliling kota. Masyarakat antusias menyaksikan jalannya kirab dari Kamandungan Keraton Solo hingga sepanjang rute kirab.

Baca juga:

Menurut KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, prosesi Kirab 1 Suro ini sudah setiap tahun diadakan oleh Keraton Solo. Rutenya, kirab keluar dari Kori Kamandungan melalui Jalan Supit Urang menuju Gladag dan Jalan Jenderal Sudirman. Dari sisi timur melewati Jalan Mayor Kusmanto sampai dengan Telkom belok ke timur menuju Jalan Kapten Mulyadi, lalu ke selatan lurus hingga simpang Baturono belok ke barat ke Jalan Veteran dilanjutkan ke Yos Sudarso lalu Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton Solo.

Selain itu, air bekas jamasan pusaka juga diburu oleh masyarakat. Mereka percaya bahwa air tersebut mengandung berkah dan energi positif. Prosesi jamasan menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis dan bunga untuk membersihkan benda pusaka warisan leluhur.

Artis Prilly Latuconsina juga membagikan pengalaman pertamanya mengikuti acara Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo. Ia kaget ketika mengetahui bahwa selama kirab berlangsung, semua tamu undangan tidak boleh berbicara saat mengelilingi kompleks pura. Prilly juga merasa seperti sedang bermeditasi tapi sambil berjalan karena harus berjalan tanpa alas kaki sejauh 5 kilometer.

Dalam berbagai tradisi dan kepercayaan populer, malam 1 Suro juga sering dikaitkan dengan harapan baru, energi positif, serta peluang untuk membuka lembaran kehidupan yang lebih cerah. Beberapa zodiak seperti Leo, diprediksi akan mengalami peningkatan dalam urusan rezeki pada malam 1 Suro.

Konflik takhta Keraton Solo juga membuat prosesi 1 Suro menjadi dualisme. Dua kubu pengklaim takhta Keraton Surakarta menggelar kirab menyambut tahun baru Jawa, 1 Suro BE 1960/2025 di Solo, Jawa Tengah.

Kesimpulan, malam 1 Suro merupakan momen penting bagi masyarakat Jawa untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan kualitas batin, serta memanjatkan doa demi kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang. Tradisi unik seperti Kirab Malam 1 Suro dan air bekas jamasan pusaka juga menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *