Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Dividen telah menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir, terutama dengan ESSA Industries Indonesia (ESSA) yang membagi dividen tunai sebesar Rp895,8 miliar. Pembagian dividen ini diambil dari 125,59% laba bersih tahun buku 2025, yang mencapai USD40,29 juta atau setara dengan Rp713,15 miliar. Dengan demikian, para investor akan mendapat jatah dividen sebesar Rp52 per lembar saham.
Selain ESSA, ONEOK (OKE) juga menjadi sorotan karena menawarkan dividen yang tinggi dan pertumbuhan yang kuat. Perusahaan ini memiliki fokus pada gas alam dan NGL, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan keuntungan dari permintaan data center yang meningkat. ONEOK juga memiliki rencana akuisisi dan pengeluaran modal yang agresif, yang diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
Di sisi lain, National Stock Exchange of India (NSE) telah mengajukan prospektus awal untuk initial public offering (IPO) yang sangat dinantikan. IPO ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal India, dengan perkiraan ukuran sekitar ₹30.000 crore. NSE juga memiliki rencana untuk memperluas layanan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sementara itu, beberapa perusahaan lain seperti Target, Caterpillar, dan FedEx juga telah meningkatkan dividen mereka. Target menaikkan dividen sebanyak 2% menjadi $1,16 per saham, sedangkan Caterpillar menaikkan dividen sebanyak 8% menjadi $1,63 per saham. FedEx juga meningkatkan dividen, meskipun jumlah pastinya belum diumumkan.
Dalam beberapa hari terakhir, topik dividen juga dibahas dalam konteks perpajakan. Di Kenya, parlemen sedang membahas proposal untuk mengubah tarif pajak dividen. Proposal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara dengan cara memajaki dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa dividen dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi investor. Namun, perlu diingat bahwa keputusan investasi harus didasarkan pada analisis yang menyeluruh dan tidak hanya terfokus pada dividen.
