Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah menjadi sorotan akhir-akhir ini karena kritik mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah. Ketua BEM Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menyampaikan kritik langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait program MBG.
Abdi mengungkapkan bahwa tata kelola program MBG masih jauh dari harapan masyarakat dan terkesan kurang matang dalam tahap persiapan. Ia juga menyoroti ketidaksesuaian alokasi anggaran yang dinilai fantastis dengan fakta kualitas makanan yang diterima anak-anak di lapangan.
Selain itu, BEM Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga menyatakan dicatut dalam konferensi pers yang dilakukan Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu. BEM FPSi UNJ menyatakan bahwa individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026.
Identitas 10 anggota BEM Bersatu yang sindir Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM, juga telah terungkap. Mereka dituduh terafiliasi dengan kepentingan elit politik dan melakukan penunggangan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis.
PDIP juga membantah keras anggapan bahwa partai tersebut berada di balik gelombang demonstrasi mahasiswa dan aksi massa yang belakangan muncul di sejumlah daerah. Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan partainya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi apa pun, termasuk unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan setelah video yang berisi kritik terhadap program MBG beredar di media sosial. Pelapor, advokat Muhammad Firdaus Oiwobo, menilai isi video tersebut tidak sekadar menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga memuat ajakan yang dianggap bermasalah.
Dalam kesimpulan, Badan Eksekutif Mahasiswa telah menjadi sorotan akhir-akhir ini karena kritik mereka terhadap program MBG dan kontroversi yang melibatkan beberapa pihak. Perlu dijaga agar gerakan mahasiswa tetap menjadi suara rakyat dan tidak disusupi oleh kepentingan politik praktis.
