Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Rismon Sianipar, ahli digital forensik, baru-baru ini mengunjungi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, dengan membawa buku berjudul ‘Otentikasi Ijazah Joko Widodo’. Buku ini merupakan hasil penelitian Rismon tentang keaslian ijazah Jokowi dan ditujukan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas penelitian yang telah dilakukannya.
Rismon menjelaskan bahwa buku tersebut tidak ada kaitannya dengan syarat restorative justice (RJ) atau perdamaian untuk mencabut status tersangkanya dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan bahwa penyusunan buku itu merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik atas penelitian yang telah dilakukannya.
Menurut Rismon, Jokowi sangat berlapang dada dan mendukung gagasan untuk menyebarkan buku karyanya itu ke perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia. Jokowi juga mendukung agar buku tersebut dicetak dan diterbitkan dengan penerbit yang profesional.
Rismon menambahkan bahwa dirinya hanya sebagai peneliti yang tugasnya meneliti, dan tidak bertanggung jawab pada opini-opini di luar. Ia berharap agar karya tersebut sepenuhnya dijadikan objek kajian ilmiah yang objektif oleh para peneliti di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Rismon juga memamerkan buku yang sudah dibubuhi tandatangan oleh Jokowi. Ia menyebut bahwa tanda tangan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi sebelum buku itu dicetak dan disebarluaskan kepada publik.
Sebagai peneliti, Rismon ingin menjaga objektivitas dan integritas penelitian, serta menghindari campur tangan politik dalam penelitian ilmiah. Ia berharap bahwa buku tersebut dapat menjadi kontribusi positif bagi dunia akademik dan ilmiah di Indonesia.
Kehadiran buku ‘Otentikasi Ijazah Joko Widodo’ ini merupakan wujud nyata dari komitmen Rismon untuk menjaga kebenaran dan akurasi penelitian, serta memperkuat integritas ilmiah di Indonesia.
