Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 3.1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Pusat gempa berada sekitar 210 km barat laut Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak termasuk gempa besar dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan maupun tsunami.
Sementara itu, gempa bumi dengan magnitudo 6,7 juga mengguncang Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6/2026). Gempa ini menyebabkan ribuan warga terdampak, dengan jumlah korban luka ringan sebanyak 73 orang dan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, mulai dari 17 hingga 30 Juni 2026. Dalam masa tanggap darurat, pemerintah akan mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibantu TNI/Polri, Tagana, dan relawan lainnya untuk mempercepat penanggulangan kedaruratan.
Dinas Sosial Kabupaten Sigi juga telah siap mengoperasikan dapur umum di wilayah terdampak gempa bumi, khususnya di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan logistik berupa tenda dan terpal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah didistribusikan sebanyak 40 unit kepada warga terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 5.784 orang terdampak gempa di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Data terbaru hingga Rabu (17/6/2026) pukul 06.00 WIB, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa.
Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko induk, posko kesehatan, dan dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat. Warga terdampak juga telah membangun tenda darurat di depan rumah masing-masing, ketimbang masuk ke posko pengungsian yang sudah disiapkan pemerintah.
Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara dan Tengah ini telah menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Sigi. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mempercepat penanggulangan kedaruratan dan membantu warga terdampak.
