Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | Pertandingan lanjutan Super League 2025/26 pada Minggu, 12 April 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menyajikan drama yang tak terlupakan. Persib Bandung berhasil mengamankan tiga poin penting dengan mengalahkan Bali United 3-2, meski harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Patricio Matricardi menerima kartu merah pada babak kedua. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Persib menjadi 14 pertandingan beruntun dan menambah jarak empat poin dari pesaing terdekat, Borneo FC.
Sejak peluit pertama, Persib menampilkan pola permainan agresif. Formasi awal menampilkan Teja Paku Alam di gawang, didukung oleh lini belakang yang dipimpin oleh Eliano Reijnders, Federico Barba, Patricio Matricardi, Kakang Rudianto, dan Luciano Guaycochea. Di lini tengah, Marc Klok, Uilliam Barros, Thom Haye, dan Rosembergne Da Silva berusaha mengatur tempo, sementara Ramon Tanque menjadi pilihan utama di lini serang. Bali United menurunkan susunan dengan Mike Hauptmeijer sebagai kiper, serta barisan belakang Ricky Fajrin Saputra, Bagas Adi Nugroho, Joao Vitor Ferrari Silva, dan Thijmen Goppel. Lini tengah mereka diisi oleh Charles Pieter Receveur, Kadek Agung, Diego De Jesus Campos Ballestero, dan Rahmat Arjuna Reski, sementara serangan diwakili oleh Teppei Yachida, Rahmat, dan Muhammad Rahmat.
Poin pertama terbuka pada menit ke-29 lewat gol Ramon Tanque. Penyerang asal Brazil tersebut menyundul umpan lepas dari Federico Barba, menembus pertahanan Bali United dan mengantarkan Persib unggul 1-0. Gol itu menjadi katalis bagi tim tuan rumah untuk mengendalikan alur permainan pada babak pertama. Pada menit ke-55, Luciano Guaycochea menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan rebound tendangan Eliano yang ditangkis kiper lawan. Namun, momentum Persib terhenti pada menit ke-66 ketika Patricio Matricardi terlibat aksi keras di dekat kotak penalti dan langsung menerima kartu merah, memaksa Bojan Hodak menurunkan timnya menjadi sepuluh pemain.
Kejadian tersebut memberi peluang bagi Bali United untuk bangkit. Teppei Yachida mengeksekusi tendangan bebas yang melengkung indah pada menit ke-81, menembus jaringan gawang Teja Paku Alam dan memperkecil selisih menjadi 2-1. Empat menit kemudian, Federico Barba menegaskan kembali keunggulan Persib dengan gol sundulan, mengembalikan skor menjadi 3-1. Menjelang akhir pertandingan, Bali United tidak menyerah. Pada waktu tambahan, Jordy Dennis Bruijn menambah satu gol lewat tembakan jarak dekat, mengubah skor akhir menjadi 3-2. Meskipun tekanan terus mengalir hingga peluit akhir, pertahanan Persib berhasil menahan serangan terakhir lawan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan komentar pasca pertandingan. Ia menilai bahwa timnya berhasil mengontrol permainan sejak awal, namun insiden kartu merah Matricardi memaksa perubahan taktis signifikan. “Kami harus menyesuaikan strategi setelah kehilangan satu pemain. Meskipun tekanan meningkat, semangat juang pemain tetap tinggi dan itulah yang membuat kami tetap menang,” ujar Hodak. Di sisi lain, bek internasional Frans Putros menekankan pentingnya tiga poin ini untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. “Kemenangan ini krusial, terutama menghadapi persaingan ketat di puncak klasemen. Kami harus tetap fokus dan konsisten,” tambah Putros.
Statistik pertandingan mencatat total tembakan Persib mencapai 18 kali dengan akurasi 55 persen, sementara Bali United mencatat 14 tembakan dengan akurasi 48 persen. Penguasaan bola Persib sebesar 54 persen, menegaskan dominasi mereka sepanjang laga. Dengan hasil ini, Persib mengumpulkan 64 poin, memperlebar jarak empat poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua.
Secara keseluruhan, laga antara Persib Bandung dan Bali United menjadi contoh nyata bagaimana sebuah tim dapat mengatasi tekanan dan kerugian pemain secara taktis, sekaligus mempertahankan mentalitas kemenangan. Penampilan agresif di babak pertama, kemampuan bangkit setelah keunggulan berkurang, serta kepemimpinan Bojan Hodak dalam mengatur taktik menjadi faktor kunci. Dengan performa ini, Persib semakin memperkuat peluangnya untuk mengamankan gelar juara Super League 2025/26.
