Udinese Hancurkan AC Milan 0-3 di San Siro, Zaniolo Jadi Bintang yang Membuat Rossoneri Gemetar

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | San Siro menjadi saksi pahit bagi AC Milan pada Sabtu 11 April 2026 ketika Udinese mengalahkan tuan rumah dengan skor telak tiga nol dalam pekan ke-32 Serie A 2025/2026. Kekalahan ini menambah deretan hasil negatif Rossoneri yang sebelumnya baru saja kalah 0-1 dari Napoli hanya lima hari sebelumnya.

Tim asuhan Massimiliano Allegri tampak kehilangan konsistensi meski berada tiga poin di atas Udinese dalam klasemen. Namun status unggulan tidak menghalangi Udinese menampilkan permainan efektif sejak menit ke-27. Arthur Atta mengirimkan crossing dari sisi kanan ke dalam kotak penalti, yang tak sengaja dibentur ke gawang oleh bek muda Milan, Davide Bartesaghi, sehingga menghasilkan gol bunuh diri pertama.

Baca juga:

Sepuluh menit kemudian, Jürgen Ekkelenkamp menambah keunggulan Udinese dengan sundulan tajam setelah menerima umpan silang yang disiapkan oleh Nicolo Zaniolo. Gol ketiga tercipta pada menit ke-71 ketika Atta kembali menemukan ruang dan mengeksekusi tembakan keras yang menembus tiang gawang Maduka Okoye setelah bantuan kedua dari Zaniolo.

Zaniolo menjadi sorotan utama laga tersebut. Pemain berusia 26 tahun mencatatkan dua assist, satu dari serangan cepat yang berakhir pada gol bunuh diri Bartesaghi, dan satu lagi melalui crossing akurat yang memicu gol Atta. Pergerakannya di sisi kanan sayap terus memaksa lini belakang Milan berulang kali terdesak, memperlihatkan kombinasi teknik individu dan visi bermain yang jarang terlihat di Serie A.

Allegri langsung merespon pada babak kedua dengan menarik keluar bek Zachary Athekame dan menurunkan striker Niclas Füllkrug. Meskipun Milan berhasil menciptakan beberapa peluang, mereka tidak mampu menembus gawang Okoye yang tampil solid. Setelah laga usai, pelatih mengakui bahwa timnya “tidak mampu menampilkan tiga angka yang diharapkan” dan menilai performa tim masih jauh dari standar juara.

Di sisi lain, gelandang veteran Adrien Rabiot mengungkapkan kelelahan fisik yang dirasakan oleh skuad. Ia menyatakan bahwa “kami mulai kehabisan bensin, baik secara fisik maupun mental”, menyoroti penurunan konsistensi terutama di lini serang yang hanya mencetak satu gol dalam tujuh pertandingan terakhir.

Latar belakang sejarah menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya Udinese mengalahkan Milan dengan selisih lebih dari satu gol. Pertemuan sebelumnya pada 16 Maret 2005 di leg kedua Coppa Italia berakhir 4-1 untuk Udinese, sedangkan pada 18 Maret 2023 Milan kembali kalah 2-3 di Friuli setelah gol awal Roberto Pereyra.

  • Skor akhir: Udinese 3-0 AC Milan
  • Gol: 27′ own goal (Bartesaghi), 37′ Ekkelenkamp (assist Zaniolo), 71′ Atta (assist Zaniolo)
  • Statistik utama: possession Milan 48%, tembakan ke arah gawang 4 vs 7 Udinese
  • Posisi klasemen setelah laga: Milan 3, Udinese 14

Kekalahan ini menempatkan Milan dalam posisi berbahaya untuk mempertahankan tempat di Liga Champions. Dengan jarak 12 poin dari puncak dan selisih tiga poin dari Juventus, setiap pertandingan berikutnya menjadi krusial. Jadwal mendatang meliputi pertemuan melawan Verona, Juventus, Sassuolo, Atalanta, Genoa, dan Cagliari, yang semuanya menuntut perbaikan taktik serta kebugaran pemain.

Jika performa Zaniolo terus menggemparkan, tidak mengherankan bila AC Milan mempertimbangkan langkah transfer untuk memperkuat lini serang mereka. Sementara itu, tekanan pada Allegri semakin meningkat, menuntut perubahan taktis yang mampu mengembalikan kepercayaan pendukung di San Siro.

Secara keseluruhan, hasil 0-3 melawan Udinese menjadi alarm keras bagi Rossoneri. Tanpa perbaikan segera dalam hal kebugaran, konsistensi serangan, dan adaptasi taktik, mimpi Scudetto dan tempat Liga Champions dapat berubah menjadi sekadar bayangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *