Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Juni 2026 | Tim nasional Brasil, yang diasuh oleh Carlo Ancelotti, siap menghadapi Maroko di Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan bagi Brasil untuk menebus kekecewaan setelah tereliminasi pada perempat final empat tahun lalu di Qatar.
Maroko, yang dijuluki Singa Atlas, telah menunjukkan perkembangan signifikan sebagai kekuatan sepak bola dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mencatatkan 33 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya dua kekalahan dari 45 pertandingan.
Brasil memiliki rekor kuat melawan negara-negara Afrika di Piala Dunia, memenangkan tujuh dari delapan pertemuan, dengan satu-satunya kekalahan 1-0 dari Kamerun di babak penyisihan grup Qatar 2022.
Maroko datang sebagai salah satu kuda hitam turnamen, bersiap untuk penampilan ketujuh mereka di panggung internasional terbesar. Mereka sebelumnya membuat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, mengatakan bahwa absennya Neymar tidak terlalu berpengaruh. "Kami siap menghadapi pertandingan dengan atau tanpa Neymar. Tidak ada yang berubah," katanya.
Achraf Hakimi, kapten Maroko, sangat kecewa karena mantan rekan setimnya di PSG, Neymar, tidak ikut serta. "Saya ingin bermain melawan pemain-pemain terbaik, dan Neymar adalah salah satu yang terbaik," katanya.
Brasil memegang rekor sebagai negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia, dengan lima gelar juara dari 114 pertandingan yang dimainkan dan 74 kemenangan. Mereka juga menjadi satu-satunya negara yang selalu berpartisipasi dalam setiap edisi turnamen sejak pertama kali digelar pada tahun 1930.
Meskipun demikian, Selecao belum berhasil mengangkat trofi emas prestisius tersebut sejak tahun 2002. Paceklik gelar selama 24 tahun ini menyamai durasi kekeringan trofi historis mereka antara tahun 1970 dan 1994, yang kala itu diakhiri di tanah Amerika.
Untuk lolos ke turnamen 48 tim yang baru diperluas ini, Brasil harus bekerja keras, mencatatkan delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan dari 18 pertandingan kualifikasi. Mereka finis di posisi kelima dan mengamankan salah satu dari enam jatah kualifikasi langsung CONMEBOL.
Di sisi lain, Maroko telah membuktikan bahwa mereka bukanlah tim yang hanya bersinar sesaat, mereka hanya kalah satu pertandingan sejak berakhirnya Piala Afrika 2023 yang tertunda.
Hussein Abdul Ghani, mantan bintang sepak bola Saudi, memuji tim nasional Maroko, dengan menyatakan bahwa tim tersebut menjadi harapan seluruh bangsa Arab di putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
"Saya memiliki pesan untuk timnas Maroko, para pemainnya harus tahu bahwa harapan seluruh bangsa Arab tertumpu pada mereka, bukan hanya dari orang Maroko saja," katanya.
Abdul Ghani menambahkan: "Mereka membuat kami berharap melalui penampilan mereka di Piala Dunia terakhir, karena finis di peringkat keempat membuat kami sangat berharap pada mereka, dan harapan yang digantungkan pada mereka kini berbeda."
Kesimpulan, pertandingan antara Brasil dan Maroko di Piala Dunia 2026 akan menjadi pertandingan yang sangat menarik dan sulit untuk diprediksi. Kedua tim memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda, dan pertandingan ini akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional terbesar.
