Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Juni 2026 | Demonstrasi mahasiswa yang digelar di Jakarta dan Solo pada Jumat (12/6/2026) berlangsung dengan damai namun penuh semangat. Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas turun ke jalan untuk menuntut perhatian pemerintah atas kondisi ekonomi yang memburuk.
Di Jakarta, aksi demonstrasi berlangsung di sekitar Bundaran HI dan Jalan Jenderal Sudirman. Mahasiswa membentangkan spanduk dan poster yang menyoroti pelemahan ekonomi, kenaikan harga bahan pokok, serta peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai belum berjalan efektif.
Sementara itu, di Solo, aksi demonstrasi berlangsung di depan Gedung DPRD Solo. Mahasiswa membentangkan poster yang bertuliskan kalimat provokatif, “Bunyikan Klakson Kalau Muak Sama Kondisi Negara Jengkel Sama Pemerintah”. Para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalur protokol tersebut tampak ikut merespons secara spontan tulisan di dalam poster dengan membunyikan klakson berkali-kali sebagai bentuk dukungan moral.
Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan bahwa pembubaran aksi demonstrasi di Jakarta dilakukan untuk mengonsolidasi kekuatan demi melancarkan gerakan yang jauh lebih besar. Massa berencana mengalihkan fokus aksi ke jantung perekonomian Jakarta untuk memperluas dampak demonstrasi di luar tekanan politik pemerintahan.
Menurut Ridwan Nur Hidayat, perwakilan mahasiswa, aksi membunyikan klakson massal ini sengaja dirancang sebagai bentuk ajakan secara tidak langsung bagi lapisan masyarakat umum yang tidak dapat bergabung secara fisik dalam barisan massa aksi demonstrasi. Bunyi klakson di jalanan tersebut dinilai memiliki arti simbolis bahwa masyarakat luas sebetulnya ikut merasakan keresahan dan kecemasan yang sama terkait memburuknya situasi perekonomian negara belakangan ini.
Di akhir demonstrasi, massa membubarkan diri setelah aparat yang berjaga di lokasi mendorong mereka secara perlahan sambil membuka kembali akses jalan ke arah Bundaran HI. Kerumunan yang memadati jalur menuju Semanggi sudah lebih dulu berpencar sejak sekitar pukul 19.50 WIB, bersamaan dengan dibukanya kembali lajur tersebut.
Sebagai kesimpulan, aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta dan Solo menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, sangat peduli dengan kondisi ekonomi negara dan menuntut perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan semangat dan kesadaran bersama, diharapkan pemerintah dapat mendengar suara rakyat dan mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara.
