Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Juni 2026 | Puasa Daud adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini dikenal memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan. Puasa Daud dilakukan dengan pola selang-seling, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa.
Menurut sejarah, Puasa Daud telah dilakukan oleh Nabi Daud AS sebagai wujud kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT. Ibadah ini secara resmi dianjurkan oleh Rasulullah SAW bermula dari kisah sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash yang memiliki semangat ibadah sangat tinggi.
Suatu ketika Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dipergoki oleh Nabi Muhammad SAW berpuasa setiap hari, dan malam-malamnya ia gunakan hanya untuk shalat. Nabi SAW pun menginterogasinya, “Wahai Abdullah, apakah benar berita bahwa kamu puasa seharian penuh lalu kamu shalat malam sepanjang malam?”
“Benar wahai Rasulullah,” jawab Abdullah. “Janganlah kamu lakukan itu, tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malamlah dan tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, istrimu punya hak atasmu, dan tamumu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kamu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan karena bagimu setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kamu sudah melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya,” tegur Nabi.
Abdullah meminta tambahan, ia merasa lebih kuat dari sekadar berpuasa tiga hari dalam setiap satu bulan. Lantas, Nabi menyuruhnya melakukan puasa Daud, dengan satu hari berpuasa dan satu hari tidak.
Puasa Daud dapat dilakukan kapan saja dalam jangka waktu seumur hidup sesuai dengan kelapangan dan keinginan. Aturan mainnya tetap sama, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak. Jadi, tidak ada batasan waktu berapa lama pelaksanaan puasa Daud ini.
Keutamaan Puasa Daud antara lain adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kesabaran, dan memperoleh pahala yang berlimpah. Selain itu, Puasa Daud juga dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Niat Puasa Daud adalah sebagai berikut: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Daud lillâhi ta’âlâ” yang artinya “Aku berniat puasa sunnah Daud esok hari karena Allah Ta’ala”.
Dalam menjalankan Puasa Daud, penting untuk memperhatikan kesehatan dan kebutuhan tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk makan sahur sebelum memasuki waktu Subuh agar tubuh memiliki energi selama berpuasa dan mendapatkan keberkahan.
Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah yang dianjurkan. Penting untuk diketahui bahwa Puasa Daud tidak boleh dilaksanakan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.
Kesimpulan, Puasa Daud adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini dapat dilakukan kapan saja dan memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan. Oleh karena itu, disarankan untuk melaksanakan Puasa Daud dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
