Madura United Tumbangkan Persik Kediri 2-1, Marcos Reina Terpukul Kegagalan di Gelora Bangkalan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Pertandingan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, menyuguhkan kemenangan tipis Madura United atas Persik Kediri dengan skor akhir 2-1. Gol pembuka dicetak oleh Fransiskus Alesandro pada menit ke-34, diikuti gol kedua oleh Riquelme Sousa pada menit ke-73, sementara Persik hanya mampu menyeimbangkan kedudukan lewat tendangan jarak jauh Rendy Sanjaya pada menit ke-62.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku merasa “sedih dan malu” setelah timnya dikalahkan oleh tim yang berada di posisi lebih rendah dalam klasemen. “Kami bermain bagus, namun seharusnya kami bisa menang di sini. Kekalahan melawan tim papan bawah seperti Laskar Sapeh Kerrab menimbulkan rasa hina,” ujar Reina dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Baca juga:

Sementara itu, pelatih sementara Madura United, Rahmat Basuki, memuji penampilan timnya yang efektif dalam memanfaatkan peluang. “Kami berhasil bangkit dari zona merah, dan kemenangan ini mengangkat moral tim. Skema serangan balik kami terbukti tepat, terutama dalam mengeksekusi gol dari kotak penalti,” kata Basuki.

Berikut tiga fakta menarik dari duel tersebut:

  • Gol pertama dan kedua Madura United dicetak di dalam kotak penalti, menandakan dominasi tim tuan rumah dalam menguasai area kritis.
  • Rendy Sanjaya menjadi satu-satunya pemain Persik yang berhasil mencetak gol, dan aksinya berpotensi masuk nominasi Goal of the Week.
  • Kemenangan ini mengangkat Madura United satu peringkat, mengurangi tekanan zona degradasi, sementara Persik tetap berada di posisi ke-12 dengan 30 poin, masih harus mengumpulkan minimal 40 poin untuk mengamankan diri.

Lini pertahanan Persik kembali menjadi titik lemah. Hingga pekan ke-27, tim ini telah kebobolan 47 gol, menempati urutan kedua terbanyak dalam hal kebobolan. Upaya restrukturisasi dengan menambah Hamra Hehanusa, Rezaldi Hehanusa, dan Chechu Meneses belum menghasilkan perbaikan signifikan. Reina menegaskan perlunya skema pertahanan yang lebih solid, namun bursa transfer sudah ditutup sehingga opsi perbaikan terbatas.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola yang hampir seimbang, namun Madura United lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Kedua gol mereka muncul dari serangan balik cepat yang memanfaatkan ruang di lini belakang Persik. Sementara itu, gol Persik yang dicetak Rendy Sanjaya berasal dari tendangan jarak jauh yang menembus kiper Madura United, M. Dicky Indrayana.

Setelah pertandingan, Persik harus menatap tujuh laga tersisa dengan target mengumpulkan minimal 10 poin untuk keluar dari zona degradasi. Rekor 30 poin saat ini menempatkan mereka tujuh poin di atas Madura United yang berada di peringkat ke-15.

Di sisi lain, Madura United kini berada di zona aman, namun target utama mereka tetap menghindari kembali ke zona merah. Kemenangan melawan Persik memberikan dorongan moral bagi pemain muda seperti Lulinha, yang diharapkan dapat menambah kontribusi gol di sisa musim.

Kesimpulannya, laga ini menegaskan kembali pentingnya ketajaman dalam memanfaatkan peluang penalti dan kebutuhan mendesak Persik untuk memperbaiki pertahanan. Sementara Madura United dapat mengoptimalkan strategi serangan baliknya untuk mempertahankan posisi di papan tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *