Donyell Malen Cetak Quintrick dan Hat‑Trick, Buktikan Kebangkitan Bintang Belanda di Eredivisie dan Serie A

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Penyerang berbakat asal Belanda, Donyell Malen, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah menorehkan dua prestasi gemilang dalam kurun waktu singkat. Pada 14 September 2019, Malen mencetak lima gol (quintrick) dalam kemenangan 5-0 PSV Eindhoven atas Vitesse Arnhem di Eredivisie. Enam tahun kemudian, pada 10 April 2026, ia menambah koleksi golnya dengan hat‑trick yang memimpin AS Roma mengalahkan Pisa 3-0 dalam laga Serie A. Kedua pencapaian tersebut menegaskan perkembangan karier Malen yang kini melaju di puncak performa.

Quintrick di Philips Stadion menjadi catatan bersejarah. Malen, yang mengenakan nomor punggung 9, membuka skor pada menit ke‑19 setelah menerima umpan Bruma. Tidak lama kemudian, pada menit ke‑36, ia menanduk sepak pojok yang diambil Mohamed Ihattaren, memperlebar keunggulan PSV menjadi 2‑0. Gol ketiga muncul hanya 15 detik setelah babak kedua dimulai, ketika Malen menyundul bola rebound pasca blok Pasveer oleh Ihattaren. Gol keempat dan kelima masing-masing diperoleh dari dua tendangan penalti pada menit ke‑83 dan ke‑89, memanfaatkan pelanggaran Julian Lelieveld dan Riechedly Bazoer. Dengan lima gol, Malen menyamai rekor Coen Dillen dan Bert Theunissen sebagai pemain ketiga dalam sejarah PSV yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan.

Baca juga:

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepercayaan diri Malen yang sedang berada di puncak. Hanya delapan hari sebelumnya, ia mencetak gol debutnya bersama Tim Nasional Belanda dalam kualifikasi EURO 2020 melawan Jerman, menggantikan Martin de Roon pada menit ke‑58 dan mencetak gol penyeimbang pada menit ke‑64. Debut gemilang itu memperkuat mentalnya, yang kemudian terbukti pada penampilan luar biasa di Eredivisie.

Setelah menorehkan prestasi di Belanda, Malen melanjutkan kariernya di Italia. Dipinjamkan dari Aston Villa pada musim dingin 2025/2026, ia segera menjadi andalan AS Roma. Pada 10 April 2026, Malen mencetak tiga gol melawan Pisa, menutup skor 3‑0. Penampilannya mendapatkan pujian tinggi dari media Italia: La Gazzetta dello Sport menilai 8,5, Sky Italia memberi nilai 9, dan Corriere dello Sport juga memberi nilai 9, memuji kemampuannya yang “tanpa hambatan” dan konversi tembakan yang hampir sempurna. Hat‑trick tersebut menjadikannya pemain Belanda kelima yang mencetak hat‑trick di Serie A, bergabung dengan legenda seperti Faas Wilkes, Wim Kieft, Marco van Basten, dan Teun Koopmeiners.

Prestasi di Serie A tidak berhenti pada satu pertandingan. Dengan hat‑trick tersebut, Malen menembus angka dua digit gol dalam debutnya di Serie A, mencatatkan total 10 gol pada musim 2025/2026. Pencapaian ini menempatkannya dalam daftar eksklusif sembilan pemain Belanda yang pernah mencetak minimal sepuluh gol dalam satu musim Serie A. Meskipun Marco van Basten masih memegang rekor tertinggi dengan 90 gol dalam enam musim, Malen sudah menunjukkan potensi untuk menambah nama-nama besar tersebut.

Statistik Malen di dua liga utama Eropa menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Di Eredivisie, ia mencatatkan 18 gol dalam 28 penampilan pada musim 2019/2020, termasuk lima gol dalam satu laga. Di Serie A, sejak kepindahan ke Roma, ia telah mencetak 10 gol dalam 12 pertandingan, menempati peringkat tiga dalam daftar pencetak gol terbanyak pada fase kompetisi tersebut. Kecepatan, ketajaman akhir, dan kemampuan mengambil posisi di kotak penalti menjadi faktor utama kesuksesannya.

Penghargaan media dan statistik positif tidak hanya meningkatkan popularitas Malen di media sosial, di mana meme dan foto-foto perayaannya tersebar luas, tetapi juga meningkatkan nilai pasar pemain tersebut. Klub-klub besar Eropa kini menatapnya sebagai opsi utama untuk memperkuat lini serang mereka. Bagi Roma, kehadiran Malen memberikan dimensi tambahan dalam serangan, melengkapi kreativitas Paulo Dybala dan kecepatan Lorenzo Pellegrini.

Kesimpulannya, perjalanan Donyell Malen dari quintrick di Eredivisie hingga hat‑trick di Serie A mencerminkan evolusi seorang pemain yang terus meningkatkan standar performanya. Keberhasilan tersebut menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang muda paling berbahaya di kancah sepak bola Eropa, serta menambah kebanggaan bagi sepak bola Belanda. Jika konsistensinya berlanjut, Malen berpotensi menulis bab baru dalam sejarah klub-klub yang ia wakili, sekaligus menginspirasi generasi pemain muda Belanda untuk menembus panggung internasional dengan prestasi gemilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *