Kurs Dollar AS Menguat, Rupiah Melemah: Apa yang Terjadi dengan Ekonomi Indonesia?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Juni 2026 | Kurs dollar AS terhadap rupiah terus mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Pada hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 18.037 per USD, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pelemahan rupiah ini tidak hanya berdampak pada aktivitas perdagangan dan investasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga nilai tukar di perbankan.

Baca juga:

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,60%. Meski masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5% hingga 3,5%, kenaikan inflasi tersebut mulai menjadi perhatian pelaku usaha.

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola jaringan ritel kebutuhan rumah tangga MR DIY Indonesia, memastikan tidak akan menaikkan harga produk meski nilai tukar rupiah terus merosot. Perseroan menegaskan, keterjangkauan harga tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, kurs dolar AS di beberapa bank besar di Indonesia juga mengalami pergerakan. Pada Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp 17 ribu per dolar AS bergerak melewati angka Rp 18 ribu per dolar AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mengalami beberapa kali pelemahan. Pada tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS, namun surplus itu berasal dari nonmigas sebesar 60,75 miliar dolar AS, dan migas defisit 19,70 miliar dolar AS.

Struktur impor juga memperjelas masalah tersebut. Kementerian Perdagangan mencatat impor 2025 masih didominasi bahan baku dan bahan penolong sebesar 70,00% dari total impor nasional. Angka ini memberi pesan bahwa Indonesia mengekspor banyak produk, tetapi sebagian besar proses produksinya masih membutuhkan input luar negeri.

Pelemahan rupiah bekerja seperti pasang surut di pelabuhan. Saat air pasang, semua kapal tampak mengapung. Ketika air surut, terlihat mana kapal yang kuat dan mana yang hanya tampak kokoh karena keadaan. Ketika dolar murah, ketergantungan impor terasa biasa. Namun saat rupiah melemah, biaya tersembunyi dari struktur produksi akan terlihat.

Dampak bagi pelaku UMKM hadir dalam bentuk kenaikan harga tepung, gula, susu, kedelai, kemasan, atau suku cadang mesin. Bagi pabrik, perubahan nilai tukar rupiah berarti perubahan strategi bisnis antara untuk tetap memproduksi, menaikkan harga, mengurangi margin, atau menunda ekspansi.

Impor tidak boleh diperlakukan sebagai musuh. Dalam ekonomi modern, impor bahan baku dan barang modal dapat menjadi tanda bahwa industri bekerja dan investasi berjalan. Banyak pabrik membutuhkan mesin, teknologi, bahan penolong, dan komponen global untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Yang menjadi masalah apabila kegiatan impor tidak menjadi kemampuan produksi baru. Jika bahan baku, mesin, teknologi, dan nilai tambah utama dinikmati pihak luar, ekonomi domestik hanya menjadi tempat perakitan.

Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi dan mengurangi dampak pelemahan rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *