Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6). IHSG merosot seiring melemahnya mayoritas saham sepanjang perdagangan paruh pertama. Berdasarkan data perdagangan, IHSG tercatat melemah 3,48% ke level 5.734,25 hingga penutupan sesi I.
Indeks saham Garuda diketahui sempat melemah lebih dari 5% ke level terendah pada 5.644,23. Tercatat volume transaksi sebanyak 22,84 miliar dengan nilai sebesar Rp 12,73 triliun. Adapun total frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 1.384.192 kali sepanjang sesi I perdagangan hari ini.
Papan perdagangan utama LQ45 juga tercatat melemah hingga 3,21% ke posisi 570,075. Saat ini terdapat 683 saham melemah, 63 saham menguat, dan 62 saham stagnan. Saham big bank juga kompak melemah hingga sesi I perdagangan hari ini.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) misalnya, terkoreksi hingga 5,32% ke harga Rp 3.380 per saham. Pada posisi selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,79% ke harga Rp 2.790 per saham. Kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 3,62% ke harga Rp 5.325 per saham.
Saham konglomerat juga tercatat menjadi pemberat IHSG hari ini, sebagaimana terjadi pada emiten milik Hapsoro PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA) yang terkoreksi 12,41% ke harga Rp 635 per saham. Kemudian saham Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga melemah hingga 10,53% ke harga Rp 1.445 per saham.
Emiten milik Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga melemah 9,56% ke harga Rp 246 per saham. Kemudian saham milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melemah 9,17% ke harga Rp 99 per saham.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terus mengalami penurunan. Hal ini membuat investor khawatir tentang kondisi perekonomian Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa fluktuasi saham adalah hal yang normal dalam dunia investasi.
Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan tidak terlalu emosional dalam mengambil keputusan investasi. Mereka harus menganalisis situasi secara objektif dan melakukan penelitian yang mendalam sebelum membuat keputusan.
Dalam kesimpulan, IHSG turun 3,48% hari ini karena melemahnya mayoritas saham. Saham big bank dan konglomerat juga melemah, yang membuat IHSG semakin turun. Investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang objektif sebelum membuat keputusan investasi.
