Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juni 2026 | Tim nasional Haiti mencatat kemenangan meyakinkan atas Selandia Baru dengan skor 4-0 pada laga persahabatan internasional FIFA yang berlangsung di Stadion Chase, Fort Lauderdale, Amerika Serikat. Haiti membuka keunggulan pada babak pertama melalui gol Ruben Providence pada menit ke-12. Gol tersebut menjadi pembeda hingga turun minum setelah Selandia Baru gagal memaksimalkan sejumlah peluang dari situasi bola mati.
Memasuki babak kedua, Haiti tampil lebih efektif. Lenny Joseph menggandakan keunggulan pada menit ke-51 sebelum Frantzdy Pierrot memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-62. Selandia Baru yang diperkuat sejumlah pemain utama, termasuk kapten Chris Wood, berupaya keluar dari tekanan. Namun, upaya tim berjuluk All Whites itu tidak cukup untuk membongkar pertahanan Haiti yang tampil disiplin.
Haiti kemudian menutup kemenangan besar lewat gol Duke Lacroix pada menit ke-87. Gol tersebut memastikan Haiti mengakhiri pertandingan dengan skor 4-0. Meski penguasaan bola kedua tim tercatat berimbang 50 berbanding 50 persen, Haiti tampil jauh lebih efisien dalam memanfaatkan momentum serangan.
Selandia Baru sebenarnya unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan delapan kali, sementara Haiti mencatat lima tendangan sudut. Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Haiti dalam rangkaian pertandingan internasional mereka sebelum menghadapi Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Selandia Baru telah memastikan tiket mereka ke Piala Dunia 2026 setelah memenangkan kualifikasi Zona Oseania. Mereka akan berusaha untuk meraih kemenangan perdana dan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Di lain pihak, Polda Aceh mengimbau warga untuk tidak melakukan praktik perjudian selama perhelatan Piala Dunia 2026 dan menjaga sportivitas serta menghindari tindakan anarkis, provokasi, dan konvoi liar selama menonton pertandingan. Polda Aceh akan melakukan pengawasan ketat selama turnamen berlangsung demi keamanan.
Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan silaturahmi, terutama di Aceh. Masyarakat diharapkan untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan sportivitas, serta tidak menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ajang perjudian dan tindakan anarkis.
