Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Gelora Bung Karno menjadi saksi gemilang Persija Jakarta pada Sabtu (11/4/2026) ketika tim macan merah mengukir kemenangan telak 3-0 atas Persebaya Surabaya. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga angka penting, melainkan juga menggerakkan Persija ke posisi tiga klasemen Super League 2025/2026 dengan 55 poin dari 27 pertandingan.
Sejak peluit pertama, Persija menampilkan tekanan tinggi. Pada menit ke-16, Allano Brendon de Souza Lima mengeksekusi penalti dengan tenang, memecah kebuntuan dan memberi keunggulan 1-0 bagi tuan rumah. Gol pertama tersebut diikuti dua gol tambahan dari ekselerasi Eksel Runtukahu pada menit ke-54 dan 76, yang menegaskan dominasi Macan Kemayoran sepanjang babak pertama dan kedua.
Persebaya Surabaya berusaha bangkit, namun blunder Milos Raickovic pada menit ke-15 yang menghasilkan penalti menjadi titik balik krusial. Upaya Toni Firmansyah pada menit ke-27 dan Mihail Perovic pada menit ke-30 tidak membuahkan hasil, bahkan gol Perovic dibatalkan karena offside. Perubahan strategi pelatih Persebaya pada babak kedua dengan memasukkan Paulo Gali dan Rachmat Irianto tidak mampu mengubah alur permainan.
Berita lain mengonfirmasi dampak kemenangan ini terhadap klasemen. Sebelum pertandingan, Persija berada di posisi keempat dengan 52 poin, terpaut tiga angka dari Persib Bandung yang memimpin dengan 61 poin. Setelah menambah tiga angka, Persija menutup jarak dengan Persib menjadi enam poin, sementara Borneo FC di posisi kedua tetap berada lima poin di belakang Macan Kemayoran.
Berikut adalah rangkuman singkat klasemen setelah pekan ke-27:
| Peringkat | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 61 |
| 2 | Borneo FC | 60 |
| 3 | Persija Jakarta | 55 |
| 4 | Persebaya Surabaya | 42 |
| 5 | Bhayangkara FC | 38 |
Kemenangan ini sekaligus mematahkan ambisi Persebaya untuk menyalip Bhayangkara FC. Sebelumnya Persebaya berada di posisi lima dengan harapan menutup jarak, namun kekalahan 0-3 menurunkan moral dan menutup peluang strategis mereka.
Di sisi lain, Bhayangkara FC tak mampu menambah poin pada pekan yang sama setelah dikalahkan oleh Persijap Jepara 2-1. Kegagalan mereka memperkuat posisi Persija sebagai tim yang semakin dekat dengan puncak klasemen.
Persija Jakarta kini menatap sisa kompetisi dengan optimisme tinggi. Dengan jadwal yang relatif bersahabat, Macan Kemayoran berupaya mengejar ketertinggalan dari Persib dan Borneo. Pelatih Persija diperkirakan akan tetap mengandalkan pola serangan cepat yang terbukti efektif, terutama melalui kombinasi lini tengah yang kreatif dan eksekusi akhir yang tajam.
Secara keseluruhan, hasil 3-0 atas Persebaya menegaskan kembali kualitas Persija Jakarta dalam menghadapi tekanan kompetitif. Tim ini menunjukkan kedalaman skuad, disiplin taktik, serta mentalitas pemenang yang diperlukan untuk bersaing di puncak Super League. Jika konsistensi ini berlanjut, Persija berpotensi menutup jarak dengan Persib dan Borneo dalam beberapa pekan mendatang.
Kondisi klasemen kini semakin dinamis, dengan persaingan tajam di tiga puncak teratas. Pertandingan-pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu apakah Persija dapat menembus posisi teratas atau harus puas dengan tempat ketiga yang kini dicapai.
