Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juni 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang cukup besar pada Rabu sore, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07. Sementara itu, indeks LQ45 juga turun 30,28 poin atau 4,89 persen ke posisi 588,99.
Indonesia ETF (EIDO) mencatat return minus 28,6 persen sejak awal 2025, sementara emerging markets naik 64,6 persen, Vietnam naik 63,2 persen, Taiwan naik 107,2 persen, dan Amerika Serikat naik 30,9 persen. Pemerintah telah menyatakan dukungannya terhadap rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar modal nasional.
Investor asing juga mencatat aksi jual bersih dalam jumlah besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I, Rabu (3/6/2026). Nilai total dana yang ditarik investor global dari pasar saham Indonesia mencapai Rp525,3 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,4 persen, sedangkan dalam satu bulan turun 3,4 persen. Secara year to date (YTD), saham BBCA telah merosot sekitar 30 persen sejak awal tahun. Pelemahan IHSG juga terasa semakin kontras saat beberapa Bursa global justru mampu mencatatkan rekor baru masing-masing.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa pasar saham Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup besar, baik dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat dan efektif untuk memperkuat pasar modal nasional dan meningkatkan kepercayaan investor.
