Rupiah Melemah, Apa yang Dilakukan Bank Indonesia?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juni 2026 | Rupiah kembali melemah dan menyentuh level terendahnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah berada di level Rp17.897 per dolar AS. Pelemahan ini berlanjut hingga penutupan perdagangan ditutup ke level Rp17.966,5 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) aktif menjaga stabilitas rupiah lewat intervensi pasar, optimalisasi instrumen kebijakan, serta pembatasan pembelian valas tanpa underlying maksimal 25.000 dolar AS per bulan. BI juga memperluas kerja sama transaksi mata uang lokal dengan beberapa negara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meminimalkan risiko gejolak nilai tukar global.

Baca juga:

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bank sentral terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah. "Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal," ujarnya.

BI memastikan tetap aktif berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki. "Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik sekaligus menjaga kecukupan likuiditas valuta asing (valas) di dalam negeri," tegasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan kebijakan fiskal pemerintah yang ugal-ugalan. Ia menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini justru lebih baik dibandingkan tahun lalu, terutama dari sisi penerimaan pajak.

Purbaya menegaskan urusan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. "Kalau masalah nilai tukar, bank sentral adalah ahlinya. Kita serahkan ke bank sentral," ujar Purbaya.

Purbaya menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18 ribu per dolar AS dipengaruhi berbagai isu dan rumor yang beredar di pasar. Namun, salah satu rumor yang menurutnya tidak benar adalah kabar bahwa pemerintah meminta perbankan melakukan stress test dengan asumsi kurs rupiah di atas Rp18 ribu per dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6) sore. Mata uang Garuda melemah 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis. Namun, Purbaya tetap optimis bahwa rupiah akan kembali stabil jika fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.

Kesimpulan, rupiah melemah terhadap dolar AS dan menyentuh level terendahnya. Bank Indonesia aktif menjaga stabilitas rupiah dengan berbagai langkah, termasuk intervensi pasar dan optimalisasi instrumen kebijakan. Purbaya membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah disebabkan kebijakan fiskal pemerintah yang ugal-ugalan. Ia tetap optimis bahwa rupiah akan kembali stabil jika fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *