Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo menjelaskan bahwa bangsa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Prabowo mengakui bahwa ekonomi Indonesia telah tumbuh dalam beberapa dasawarsa terakhir, namun pertumbuhan itu belum dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia secara adil. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa kaya, termasuk mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, dan logam tanah jarang.
Prabowo juga menyoroti bahwa kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Ia berjanji untuk melakukan transformasi ekonomi nasional, terutama transformasi ekonomi berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yang mencakup ekonomi yang religius, ekonomi yang berperikemanusiaan, dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda dalam dua hingga tiga bulan ke depan seiring membaiknya kondisi geopolitik global. Purbaya menilai bahwa perkembangan hubungan internasional, khususnya antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, menunjukkan sinyal positif yang dapat mendukung stabilitas ekonomi global.
Di lain pihak, polemik penutupan izin Alfamart dan Indomaret di Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka masalah karut-marut tata kelola perizinan retail. Penutupan puluhan retail modern yang sudah beroperasi belasan tahun di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, membuka masalah karut-marut tata kelola perizinan retail.
Prabowo juga menyinggung banyak kekayaan Indonesia justru dinikmati di luar negeri. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri.
Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap menjalankan agenda transformasi ekonomi meski menghadapi berbagai hambatan. Ia menilai bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan sulit demi kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia.
