Bupati Sleman Puji Komitmen Muhammadiyah, Sementara Kopi Hijau Menghidupkan Pariwisata Edukasi Kabupaten

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Sleman kembali menjadi sorotan setelah Bupati Sleman secara terbuka mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah dalam memajukan sektor pendidikan di wilayahnya. Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh pendidikan, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat, sang Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di semua jenjang.

Menurut catatan yang diperoleh, Muhammadiyah berkomitmen membuka dan mengelola beberapa sekolah serta program beasiswa yang menargetkan anak‑anak kurang mampu. Upaya ini mencakup renovasi fasilitas belajar, pelatihan guru, serta penyediaan modul pembelajaran berbasis teknologi. Bupati menilai, “Komitmen Muhammadiyah tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ini sejalan dengan visi Sleman menjadi daerah yang berpendidikan tinggi dan berdaya saing nasional.”

Baca juga:

Penguatan pendidikan ini diharapkan dapat menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan tingkat kelulusan SMA serta perguruan tinggi di Sleman. Selain itu, kolaborasi dengan Muhammadiyah juga membuka peluang bagi pelatihan vokasi yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal, seperti pariwisata, pertanian modern, dan industri kreatif.

Sementara itu, Sleman juga memperlihatkan sisi lain yang tak kalah menarik: destinasi kuliner kopi dengan latar sawah yang menyejukkan. Tiga tempat ngopi ini kini menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin merasakan suasana pedesaan sekaligus menikmati varian minuman berkualitas.

  • Gimbo Coffee berlokasi di Jalan Pesanggrahan Timur, Talangrejo, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak. Kedai ini menawarkan pemandangan hamparan sawah hijau yang menenangkan. Menu andalannya meliputi Ice Coffee Milk Salted Caramel, Ice Coffee Milk Raisin, Red Velvet, Dark Chocolate, serta Cappuccino. Harga minuman berkisar Rp20.000 per porsi.
  • Hitam Manis Kedai Kopi terletak di Jalan Gerilya, Pondok, Condongcatur, Kecamatan Depok. Dengan latar belakang sawah yang asri, kedai ini menyajikan berbagai varian seperti Salted Caramel, Kopi Susu Hitam Manis, Matcha, Ice Lychee Yakult, dan Markisa Yakult. Menu makanannya meliputi Nasi Goreng Kampung, Beef Bowl, Mie Ayam Jamur, serta French Fries. Harga makanan dan minuman berada di kisaran Rp23.000.
  • Kopi Padasan berada di tengah area sawah yang hijau, memberikan pengalaman ngopi tradisional khas Jawa. Menu minumannya mencakup Macchiato Caramel Cappuccino, Tubruk Robusta Susu, Lychee Tea, dan Hot Chocolate. Pilihan makanan meliputi Nasi Katsu Sambal Matah, Nasi Ayam Pandan Daun Jeruk, Tomyum, Soto Sapi, serta Rice Bowl Tahu Cabe Garam. Harga rata‑rata berada di antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

Kehadiran ketiga kedai ini tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisata kuliner, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi lokal. Para petani sawah memperoleh peluang pemasaran hasil pertanian mereka melalui kerja sama dengan pemilik kedai, sementara warga setempat mendapatkan lapangan kerja baru di sektor jasa.

Sinergi antara sektor pendidikan dan pariwisata ini menjadi bukti bahwa Sleman berupaya mengintegrasikan pengembangan sumber daya manusia dengan pemanfaatan potensi alam. Dengan dukungan Muhammadiyah dalam pendidikan dan pertumbuhan tempat ngopi berbasis alam, diharapkan generasi muda Sleman tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang peluang ekonomi kreatif.

Ke depan, Bupati berencana mengadakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan lembaga keagamaan, pengusaha kuliner, serta akademisi untuk merumuskan kebijakan bersama. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bertukar ide, memetakan kebutuhan infrastruktur, serta mengoptimalkan program beasiswa dan pelatihan vokasi. Dengan langkah terkoordinasi, Sleman berambisi menjadi contoh daerah yang menggabungkan pendidikan unggul dengan pariwisata berkelanjutan.

Secara keseluruhan, upaya Bupati Sleman dalam mengapresiasi peran Muhammadiyah serta mempromosikan destinasi kopi sawah menandai era baru bagi Kabupaten Sleman. Era yang menekankan kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai ekonomi baru yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *