Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Pedro Acosta, pebalap Red Bull KTM, mengkritik rencana penggunaan satu motor untuk setiap pebalap mulai musim 2027. Aturan tersebut kabarnya sedang dipertimbangkan untuk menekan biaya operasional tim dan pabrikan.
Menurut Acosta, tidak adanya motor cadangan membuat pebalap berisiko kehilangan banyak sesi jika mengalami kecelakaan. Ia memahami upaya penyelenggara dan pabrikan untuk memangkas biaya, namun menilai penggunaan satu motor akan menyulitkan tim ketika terjadi crash.
Acosta menjelaskan bahwa motor MotoGP yang mengalami kerusakan parah tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat, sementara jadwal sesi balap berlangsung sangat padat. Ia menyarankan agar tim tetap diperbolehkan memiliki motor cadangan untuk kondisi darurat.
Wacana penggunaan satu motor muncul seiring perubahan besar regulasi MotoGP 2027, selain pengurangan kapasitas mesin menjadi 850 cc. Aturan baru ini disebut bertujuan menekan biaya pengembangan motor dan operasional tim.
Sementara itu, MotoGP juga sedang mempertimbangkan empat perubahan keamanan setelah insiden di Catalunya, yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco. Perubahan tersebut termasuk meningkatkan jarak antara pebalap di grid, melarang penggunaan holeshot device, menambah perlindungan di sekitar roda belakang dan swingarm, serta mengimplementasikan sistem peringatan kecelakaan.
Carlos Ezpeleta, chief sporting officer MotoGP, mengatakan bahwa empat area tersebut sedang dipertimbangkan untuk diperbaiki. Ia menambahkan bahwa regulasi dan proses yang diikuti di Barcelona sudah benar, namun masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki.
Kesimpulan dari rencana aturan baru di MotoGP 2027 dan pertimbangan keamanan setelah insiden di Catalunya menunjukkan bahwa keamanan dan biaya operasional tetap menjadi fokus utama dalam olahraga balap motor ini.
