TNI AL Gagalkan Penyelundupan Mineral Ilegal di Batam, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Beri Lampu Hijau untuk Memberantas Begal

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Mei 2026 | TNI AL melalui KRI Kujang-642 menggagalkan upaya penyelundupan mineral ilegal dalam 25 kontainer di wilayah perairan Batam. Penggagalan ekspor ilegal ini bertujuan mencegah kerugian negara dan ancaman kedaulatan. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada pihak berwenang guna menjalani proses penyelidikan hukum lebih lanjut secara intensif.

Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menjelaskan penggagalan dilakukan KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada Minggu, 17 Mei 2026. Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional.

Baca juga:

Di lain sisi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memberi ‘lampu hijau’ bagi para prajuritnya untuk menangani aksi begal. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas, TNI tidak akan terlibat langsung dalam penangkapan, penindakan hukum hingga proses pemeriksaan pelaku. Kehadiran TNI hanya sebatas membantu Polri dalam memastikan masyarakat terlindungi dari aksi begal.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, mengatakan bahwa memberantas begal merupakan tugas pokok dan tupoksi aparat kepolisian. Ia menilai TNI baru pertama kali dalam sejarah turun tangan dalam memberantas begal. TB Hasanuddin menekankan bahwa koordinasi dan permintaan untuk TNI ikut memberantas begal tetap di tangan Polri.

Dalam beberapa waktu terakhir, aksi begal semakin marak terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Di Jakarta, aksi begal kerap terjadi di banyak wilayah salah satunya Jakarta Barat. Oleh karena itu, peran TNI dan Polri sangat penting dalam memberantas aksi begal dan menjaga keamanan masyarakat.

Untuk mengantisipasi adanya tumpang tindih tugas antara TNI dan Polri di lapangan, Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Polri agar penanganan aksi begal bisa lebih maksimal. TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku.

Dengan demikian, TNI dan Polri harus bekerja sama untuk memberantas aksi begal dan menjaga keamanan masyarakat. Peran TNI dan Polri sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga diharapkan aksi begal dapat segera diatasi dan masyarakat dapat merasa aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *