Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Mei 2026 | Piala Dunia 2026 semakin dekat, dan diskusi mengenai untung-rugi menjadi tuan rumah kembali mencuat ke permukaan. Setiap edisi Piala Dunia menghabiskan miliaran dolar Amerika Serikat untuk pembangunan stadion, infrastruktur, transportasi, hingga fasilitas penunjang lain demi menyambut jutaan penonton dari berbagai negara.
Namun, pertanyaan besar yang selalu muncul adalah apakah negara tuan rumah benar-benar mendapatkan keuntungan ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia? Banyak penelitian menunjukkan bahwa dampak ekonomi langsung Piala Dunia tidak selalu seindah yang dibayangkan. Meski demikian, efek tidak langsung seperti lonjakan pariwisata dan peningkatan investasi tetap menjadi daya tarik utama bagi banyak negara.
Sebagai contoh, Piala Dunia 2022 di Qatar menggelontorkan dana fantastis, menjadikannya edisi termahal sepanjang sejarah. Sementara itu, hadiah uang tunai untuk juara sampai peringkat terbawah Piala Dunia 2026 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut, dengan total US$ 655 juta yang akan dibagikan ke seluruh peserta, naik 50 persen dari edisi sebelumnya.
Timnas Maroko juga telah mengumumkan daftar 26 pemain untuk persiapan Piala Dunia 2026, dengan sembilan pemain yang membawa Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 kembali dipanggil. Pelatih kepala Mohamed Ouahbi menyatakan bahwa skuad ini disusun setelah pemantauan panjang sejak Maret, dengan fokus pada keseimbangan antara pengalaman pemain senior dan energi talenta muda.
Dengan demikian, Piala Dunia 2026 diharapkan dapat membawa keuntungan ekonomi yang signifikan bagi negara tuan rumah, serta memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi jutaan penonton dari seluruh dunia.
