Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PPATK, AFPI, dan GoPay, menghadirkan program edukasi keuangan ‘Pintar Bareng GoPay’ guna memperkuat literasi keuangan para pelaku UMKM di Bali. Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP, Perizinan SP, dan Perlindungan Konsumen BI, Zetra Iez Zaputra menekankan, pemanfaatan QRIS dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM di Bali, terlebih dengan hadirnya sistem QRIS Cross Border atau pembayaran lintas negara.
“Mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata, keberadaan QRIS Cross Border memungkinkan UMKM menerima pembayaran dari wisatawan asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China,” kata Zetra dalam keterangannya.
Namun, menurutnya pemanfaatan sistem pembayaran digital perlu diiringi dengan literasi keuangan yang memadai, serta pemahaman mengenai keamanan transaksi digital sebagai fondasi penting dalam pengembangan usaha. Dia menekankan, pelaku usaha perlu waspada terhadap penipuan digital, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan memahami cara bertransaksi yang aman.
Bagi nasabah BCA, proses top up GoPay kini bisa dilakukan secara praktis melalui berbagai layanan seperti m-BCA, KlikBCA, ATM, maupun aplikasi myBCA. Berikut cara isi GoPay dari BCA, praktis tanpa harus ke bank:
- Buka aplikasi BCA Mobile lalu login ke m-BCA.
- Pilih menu M-Transfer, kemudian klik Transfer BCA Virtual Account.
- Setelah itu, masukkan nomor virtual account dengan format 70001 + nomor HP GoPay.
- Masukkan nominal saldo yang ingin diisi, cek kembali detail transaksi, lalu masukkan PIN m-BCA untuk menyelesaikan pembayaran.
Selain itu, GoPay juga menghadirkan program edukasi keuangan Pintar Bareng GoPay di Bali, yang mengajak 150 pelaku UMKM di Bali untuk memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan, keamanan bertransaksi di era digital, hingga mengenal berbagai produk permodalan digital yang dapat dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny mengatakan, literasi finansial dan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, menjadi fondasi penting agar UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Perkembangan usaha UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana menjalankan usaha secara aman di era digital. Melalui Pintar Bareng GoPay, bersama OJK, Bank Indonesia, PPATK, dan AFPI, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat fondasi bisnisnya, sekaligus memahami peluang dan risiko dari perkembangan teknologi keuangan digital,” ujarnya.
Kesimpulan, GoPay terus berkomitmen untuk memperkuat literasi keuangan dan inklusi keuangan digital di Indonesia, terutama untuk para pelaku UMKM. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan dan bertransaksi secara aman di era digital.
