Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Mei 2026 | Phil Foden, pemain muda dan berbakat dari Manchester City, telah menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Ia tidak hanya mengalami kekecewaan karena tidak terpilih dalam skuad Piala Dunia 2026 oleh pelatih Thomas Tuchel, tetapi juga menjadi pusat perhatian karena golnya yang dibatalkan dalam pertandingan melawan Aston Villa.
Keputusan Tuchel untuk tidak memasukkan Foden, serta rekan setimnya Cole Palmer, dalam daftar 26 pemain yang akan berlaga di Piala Dunia, menimbulkan banyak pertanyaan. Tuchel sendiri menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan untuk memiliki skuad yang seimbang dan tidak membawa terlalu banyak pemain dengan posisi yang sama.
Sementara itu, dalam pertandingan melawan Aston Villa, Foden menjadi korban keputusan wasit yang kontroversial. Ia mencetak gol yang kemudian dibatalkan karena dianggap offside, meskipun banyak yang merasa keputusan tersebut salah. Keith Hackett, mantan kepala PGMOL dan wasit FIFA, menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah ‘kebodohan’ dan menyerukan perubahan dalam teknologi semi-otomatis offside (SAOT) untuk musim depan.
Masalah serupa juga dialami oleh Morgan Gibbs-White, pemain Nottingham Forest yang merasa kecewa karena tidak terpilih dalam skuad Piala Dunia. Ia menyatakan bahwa ia telah melakukan enough untuk berada dalam skuad dan merasa bahwa ia ‘salah mengerti’ oleh seseorang, yang kemungkinan besar mengacu pada Tuchel.
Dalam wawancara, Gibbs-White menunjukkan bahwa ia memiliki performa yang sangat baik selama musim ini, dengan 18 gol dan 7 assist dalam 53 pertandingan. Namun, ia tetap tidak terpilih, dan Tuchel menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan untuk memiliki skuad yang seimbang.
Kontroversi ini menimbulkan banyak perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang merasa bahwa Foden dan Gibbs-White layak berada dalam skuad Piala Dunia, dan keputusan Tuchel telah menimbulkan keraguan tentang kemampuan skuad Inggris untuk bersaing di level tertinggi.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa pemilihan skuad Piala Dunia tidak pernah mudah, dan keputusan yang diambil oleh pelatih seringkali menimbulkan kontroversi. Foden dan Gibbs-White, serta pemain lain yang tidak terpilih, harus terus bekerja keras dan membuktikan diri untuk memperoleh kesempatan bermain di level tertinggi.
